Tim SAR Kembali Temukan 2 Korban KM Virgo Transport 8 di Seruyan Kalteng
SERUYAN, iNews.id - Tim SAR Gabungan menemukan dua korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Minggu (4/10/2026). Keduanya ditemukan saat tim melakukan penyisiran dalam operasi pencarian yang masih berlangsung.
Dua korban tersebut ditemukan oleh Search and Rescue Unit (SRU) Darat Kantor SAR Palangkaraya saat menyisir wilayah Kabupaten Seruyan. Penyisiran dilakukan sebagai bagian dari operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Setelah ditemukan, kedua korban dievakuasi menggunakan RIB 02 Palangkaraya menuju Pos TNI AL Kumai. Selanjutnya, keduanya akan menjalani penanganan dan proses identifikasi oleh tim terkait.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, operasi SAR akan terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Koordinasi antarpihak di lapangan juga terus diperkuat untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi.
"Penemuan dua korban di wilayah Seruyan ini menambah hasil pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan sejak kecelakaan KM Virgo Transport 8. Selanjutnya, kedua korban akan menjalani proses identifikasi untuk memastikan data dan status korban," kata Syafii dalam keterangan tertulis.
Dengan penemuan dua korban tersebut, tim SAR gabungan akan terus menggelar pencarian melalui unsur darat maupun laut sebagai bagian dari operasi SAR yang masih berlangsung hingga hari ke-22.
Hingga hari ini, Basarnas mengonfirmasi 190 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia, sementara 53 korban lainnya masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan kekecewaannya atas lambatnya proses pengangkatan atau salvage bangkai KM Virgo Transport 8. Melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Kemenhub telah melayangkan surat teguran keras kepada pihak asuransi Protection and Indemnity (P&I) serta pemilik kapal (owner).
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heru Purwanto, menegaskan bahwa pihak pemilik kapal dan asuransi didorong untuk segera menunjuk mitra pelaksana salvage guna mengangkat bangkai kapal dari dasar laut. Pihak asuransi dilaporkan tengah menyeleksi kandidat pelaksana dari luar negeri.