Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mahakam Ulu Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Harga Sembako Melonjak 
Advertisement . Scroll to see content

Bencana Kekeringan, Warga Aceh Utara Doa 7 Hari 7 Malam Minta Hujan

Sabtu, 17 Februari 2018 - 09:49:00 WIB
Bencana Kekeringan, Warga Aceh Utara Doa 7 Hari 7 Malam Minta Hujan
Warga Pirak Timu, Aceh Utara yang didominasi kalangan petani melaksankan Salat Istiqa meminta hujan di lahan persawahan yang retak akibat kekeringan. (Foto: iNews/Armia Jamil)
Advertisement . Scroll to see content

ACEH, iNews.id – Ratusan warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan. Kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di berlangsung lapangan kantor kecamatan, seusai Salat Magrib berjamaah.

Warga yang sebagian berprofesi sebagai petani memohon agar diturunkan hujan di daerah mereka. Kekeringan ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir dan menyebabkan ribuan hektar lahan persawahan di kecamatan tersebut terancam gagal panen.

Bencana kekeringan itu terjadi pascabencana banjir yang terjadi akhir 2017 silam. Kini meskipun banjir sudah berlalu, warga justru dilanda kekeringan. Tekstur tanah di persawahan mulai retak, sehingga tanaman padi yang masih berumur kurang dari satu bulan terancam mati dan gagal panen.

Doa meminta hujan itu saat ini sudah memasuki hari ketiga, Jumat 16 Februari 2018. Kegiatan diikuti oleh tokoh agama dan juga masyarakat setempat. Imam shalat adalah Waled Mesjid Alue Bungkoh, Tengku Marjuki Abati dan Tengku Abun Buni dari Paya Bakong yang memimpin doa dan zikir yang diikuti sekitar 500 warga.

Tujuan dari kegiatan dimaksud memohon kepada Allah SWT sekiranya dapat menurunkan hujan, sehingga kondisi persawahan tidak mengalami kekeringan dan gagal panen. Begitu juga untuk ketersedian air kebutuhan warga yang semakin menipis.

Doa yang sama juga digelar di areal persawahan warga. Mereka menaikan permohonan yang sama meminta diturunkannya hujan. “Dalam keadaan kemarau saat ini, kami seluruh warga memohonkan doa agar diberiNya diturunkanNya hujan,” kata  Imam Masjid Kecamatan Pirak Timu, Abu Bakar.

Harapan dengan adanya kegiatan doa dan zikir bersama, warga bisa terhindar dari bencana kekeringan. Dia mengatakan, daerah ini sebenarnya merupakan kawasan langganan banjir tahunan. Namun sayangnya tidak memiliki sumber air untuk irigasi. Jadi saat datang musim kemarau, lahan persawahan milik petani mengalami kekeringan dan gagal panen.

Warga berharap pemerintah dapat mencarikan solusi untuk menanggulangi bencana. Karena selama ini masyarakat kerap terancam gagal panen, baik itu di musim banjir maupun di musim kemarau.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut