Sidak Dapur MBG di Aceh Besar, Kepala BGN Soroti Kepatuhan SOP
ACEH BESAR, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cadek, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (14/10/2026). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai prosedur.
Perhatian utama, yaitu dalam menjaga kebersihan dapur, keamanan pangan dan kualitas gizi makanan. Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono memeriksa langsung aktivitas pengolahan makanan serta kepatuhan petugas terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Dia mengatakan, keselamatan dan kesehatan penerima manfaat harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG. Seluruh dapur SPPG dinilai wajib menerapkan SOP secara konsisten agar makanan yang disajikan aman, higienis dan sesuai kebutuhan gizi.
Selain itu, pengawasan operasional juga perlu diperketat, termasuk memastikan kepala SPPG dan petugas hadir untuk menjalankan tugas serta memantau setiap tahapan pengolahan makanan.
Dia menekankan, pentingnya pengawasan dan pelaporan dalam operasional dapur agar standar yang telah ditetapkan benar-benar dijalankan.
Menurutnya, kepentingan penerima manfaat itu menjadi yang paling utama. Keamanan dan kesehatannya harus bisa dipastikan, sehingga supaya aman, higienis dan sesuai dengan kebutuhan gizi, SOP harus diterapkan dan dipatuhi oleh semua dapur.
"Pengawasan terhadap pelaksanaan SOP sangat penting. Kami sudah menerapkan beberapa aturan baru," ujar Sudaryono.
Selain aspek kebersihan dan keamanan pangan, Sudaryono menjelaskan bahwa menu MBG harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi setiap kelompok penerima manfaat. Kelompok tersebut mencakup balita, siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pemerintah juga mendorong pemantauan perkembangan gizi anak melalui pemeriksaan kesehatan dan pengukuran secara berkala. Langkah ini diharapkan membantu memastikan program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan makan harian, tetapi juga mendukung pertumbuhan dan perbaikan gizi anak Indonesia.
Editor: Kurnia Illahi