Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BBM Langka di Bali, ASN Jembrana WFH dan Siswa Belajar Daring hingga 17 Oktober
Advertisement . Scroll to see content

BBM di Jembrana Masih Langka, Pertalite 8 Ton Ludes dalam Hitungan Jam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:18:00 WIB
BBM di Jembrana Masih Langka, Pertalite 8 Ton Ludes dalam Hitungan Jam
Antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU di Jembrana, Bali, akibat stok BBM yang kosong dan pasokan yang belum tiba hingga Kamis (15/10/2026) pagi. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

JEMBRANA, iNews.id - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jembrana, Bali, belum mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Di tengah keterlambatan distribusi, stok Pertalite sebanyak delapan ton habis terjual dalam hitungan jam sehingga warga kembali menghadapi ketidakpastian untuk mendapatkan bahan bakar.

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada Kamis (15/10/2026) pagi. Di SPBU 54.822.03, Jalan Ngurah Rai, Negara, pasokan BBM belum tiba meski antrean kendaraan sudah mengular sejak Rabu (14/10/2026) sore.

Ratusan pengendara sepeda motor dan mobil bertahan menunggu kedatangan pasokan. Antrean bahkan mencapai sekitar satu kilometer. Sejumlah warga terpaksa menginap di SPBU karena kendaraan mereka kehabisan bahan bakar.

"Belum ada kepastian, saya menunggu sampai BBM datang," kata Agus salah satu warga yang ikut mengantre.

Kekosongan BBM di SPBU tersebut terjadi sejak Rabu siang dan mencakup seluruh jenis bahan bakar, baik bersubsidi maupun nonsubsidi. 

"Bensin habis, pulang enggak bisa, jadi terpaksa menunggu," ucap Agung, warga lainnya.

Meski pengelola telah mengingatkan bahwa waktu kedatangan pasokan belum dapat dipastikan, warga tetap bertahan dengan harapan bisa memperoleh BBM.

Situasi serupa terjadi di SPBU 54.822.16, Jalan A. Yani, Kelurahan Pendem. Antrean kendaraan terlihat dari arah barat dan timur, sementara stok seluruh jenis BBM di SPBU tersebut juga kosong.

Keterlambatan dan terbatasnya distribusi membuat pasokan yang tersedia tidak bertahan lama di tengah tingginya permintaan. Habisnya delapan ton Pertalite dalam hitungan jam menggambarkan cepatnya perputaran stok di SPBU Jembrana.

Hingga Kamis pagi, warga masih menunggu kepastian pasokan berikutnya. Belum tibanya distribusi membuat pengendara harus menghadapi risiko mengantre lama tanpa jaminan mendapatkan BBM.

"Ada yang dari jam enam sore (mengantre). Kami sudah sampaikan bahwa minyak (BBM) datang pagi tapi mereka tetap bertahan," ujar Manajer SPBU Ngurah Rai, I Made Krisna Mahardika

Sebelumnya pengawas SPBU Kaliakah, Andika Mahayuda, membeberkan bahwa pihaknya telah menerima pasokan BBM sebanyak 8 ton pada Rabu dini hari. Namun, tingginya permintaan warga membuat pasokan tersebut tidak bertahan lama. 

"Kelangkaan BBM di Kabupaten Jembrana terjadi mulai Senin. Hingga saat ini pasokan BBM masih sangat langka dan terbatas, hanya BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Sedangkan jenis Pertamax sudah dua hari mengalami kekosongan," ujar Andika Mahayuda, Rabu (14/10/2026). 

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut