Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Badung Bali, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur Bali Wayan Koster Bangga Pergub Pembatasan Plastik Diapresiasi Dunia

Kamis, 02 Januari 2020 - 18:42:00 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster Bangga Pergub Pembatasan Plastik Diapresiasi Dunia
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: iNews.id/Bona Jaya)
Advertisement . Scroll to see content

DENPASAR, iNews.id - Gubernur Bali Wayan Koster berkomitmen pada 2020 akan lebih mengoptimalkan penerapan sejumlah perda dan pergub. Wayan mengatakan dari pergub lainnya, pergub yang mengatur pembatasa plastik diapresiasi dunia.

"Hingga saat ini telah dikeluarkan 14 Pergub dan 5 Perda yang sudah diundangkan. Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai sebagai regulasi yang paling keren dan mendapat apresiasi dari dunia internasional," kata Koster di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Kamis (2/1/2020) seperti dikutip dari Antara.

Koster mengaku pergub pembatasan plastik diapresiasi oleh beberapa duta besar yang bertemu dengannya. Dia mengaku sempat diundang ke Belanda karena kebijakannya itu.

"Bahkan, Dubes Belanda mengundang saya ke negara mereka. Sejumlah pimpinan daerah di Indonesia pun menyebut terobosan Gubernur Koster sebagai langkah yang sangat berani," ujarnya.

BACA JUGA:

Tak Ada Angin, Pohon Tumbang Timpa 2 Mobil di Jalan Bypass Kuta Bali

Aniaya Anjing, Pria di Gianyar Dibawa ke Meja Hijau

Lebih lanjut, Koster mengatakan pemerintahannya sangat peduli terhadap lingkungan. Pihaknya juga sangat selektif dalam menerima investor dari luar ke Bali.

"Jangan coba-coba, mereka dapat untung nanti kita yang menuai masalah," ucap Koster.

Selain pergub pembatasan plastik, pergub penggunaan baju adat juga banyak diapresiasi. Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali itu mampu mendorong industri kreatif untuk membuat busana adat Bali yang tidak ketinggalan zaman,


Koster juga memberi perhatian terhadap produk lokal Bali, seperti minuman khas Bali yaitu arak. Sedangkan dalam bidang kesehatan, ia akan fokus pada upaya pengembangan pengobatan tradisional.

"Kami punya rujukan pengobatan tradisional berupa lontar dan kaya dengan tumbuhan obat. Seharusnya kita tak kalah dengan China yang berhasil mengembangkan sistem pengobatan berbasis kearifan tradisional," ujarnya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut