Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Badung Bali, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Kemenparekraf Siapkan Program Pariwisata Revitalisasi Bumi di Pulau Dewata

Jumat, 21 Agustus 2020 - 15:22:00 WIB
Kemenparekraf Siapkan Program Pariwisata Revitalisasi Bumi di Pulau Dewata
Seniman menampilkan kesenian tektekan saat pembukaan objek wisata Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali, Senin (20/7/2020). (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

BULELENG, iNews.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempersiapkan program-program di sejumlah objek wisata di Tanah Air untuk menyambut tatanan kehidupan era baru. Salah satunya program "Revitalisasi Bumi" yang akan dimulai di Pulau Dewata.

Koordinator Promosi Wisata Minat Khusus Budaya, Kemenparekraf Santy Lusiani mengatakan, dalam program ini, pihaknya mempersiapkan objek-objek wisata dan fasilitas pendukung agar sehat dan bersih di tengah pandemi Covid-19. Hal ini penting sehingga sektor pariwisata bisa berjalan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Melalui program 'Revitalisasi Bumi' kami mengajak masyarakat mempersiapkan lebih awal dalam menyambut kunjungan wisatawan dengan kehidupan sehat dan bersih. Bali sebagai daerah tujuan wisata utama, maka program ini di mulai dari Pulau Dewata," kata Santy Lusiani di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (21/8/2020).

Dia mengatakan, dalam program "Revitalisasi Bumi" di Bali, ada sejumlah kawasan objek wisata menjadi sasaran, yakni kawasan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Desa Pemuteran dan Menjangan (Buleleng), Amed dan Tulamben di Karangasem.

Santy Lusiani mengatakan, pandemi Covid-19 membuat para wisatawan sekarang punya pola pikir yang berbeda dengan sebelum terjadi pandemi. Saat ini para wisatawan akan memperhitungkan soal kesehatan yang menjadi prioritas utama, setelah itu baru memikirkan objek wisata yang akan dikunjungi.

"Dengan terjadinya pandemi Covid-19, para turis tidak semata-mata hanya melihat objek wisata. Yang lebih penting dan diutamakan masalah kesehatan. Bagaimana soal kebersihan dan penerapan protokol kesehatan di objek wisata tersebut," ucapnya.

Santy Lusiani mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan pariwisata untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan objek wisata. Hal pertama yang harus disiapkan untuk mendatangkan wisatawan, kawasan wisata harus sangat ketat menerapkan protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan itu antara lain menyediakan tempat cuci tangan beserta kelengkapannya, prosedur untuk jaga jarak, dan menghindari kerumunan. Begitu juga pelayan wisata harus steril dengan menggunakan masker dan hand sanitizer," katanya.

Dalam program ini, Kemenparekraf melakukan sosialisasi terkait program tersebut dan dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai di kawasan Desa Pemuteran. Masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) akan dibagi masing-masing menjadi 10 kelompok untuk bersih-bersih pantai.

"Sampahnya akan dikumpulkan, selanjutnya dilakukan penimbangan sampah," ujarnya.

Santy Lusiani mengatakan, dalam program ini sedikitnya ada 10 item sampah yang akan dikumpulkan, antara lain sampah plastik, dan limbah B3 (limbah berbahaya dan beracun).

Selama dua hari kegiatan hingga Sabtu (22/8/2020), Kemenparekraf menyerahkan secara simbolis peralatan protokol kesehatan dan tong sampah. Selain itu juga diisi kegiatan sosialisasi terkait revitalisasi bumi, tata cara menerapkan protokol kesehatan dan bersih-bersih sampah di kawasan tersebut.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut