Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Anak Krakatau Berstatus Level III Siaga, PVMBG Larang Aktivitas Radius 3 Km
Advertisement . Scroll to see content

PVMBG: Dua Lubang Asap Vulkanis di Gunung Agung karena Dorongan Magma

Selasa, 28 November 2017 - 09:18:00 WIB
PVMBG: Dua Lubang Asap Vulkanis di Gunung Agung karena Dorongan Magma
Asap putih dan hitam keluar dari kawah Gunung Agung, Selasa (28/11/2017) pagi. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

KARANGASEM, iNews.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, kondisi terakhir Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, terjadi dua lubang asap vulkanis. Hal ini menyebabkan kepulan asap yang sangat tebal. Dua lubang kawah baru ini timbul karena ada dorongan magma dari perut Gunung Agung yang terus mendobrak keluar.

Karena magma tidak mampu menembus, timbul retakan dan lubang. Akibatnya, proses pengumpulan lava akan terus terjadi. Saat ini, Gunung Agung masih stabil dengan intensitas asap cukup tinggi dan kepulan setinggi 3.000 meter di atas puncak ke barat.

“Lubang Gunung Agung yang pertama menghasilkan asap putih dan lubang kedua mengeluarkan abu kehitaman,” ujar Kepala Bidang Mitigasi PVMBG I Gede Suantika di Pos Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Selasa (28/11/2017).


I Gede Suantika memaparkan, untuk tremor nonharmoni menerus, hingga saat ini terus terjadi 1-2 mm (minimal 1 mm). Ini merupakan fase kegempaan yang membentuk aliran lava dan sudah terjadi di kawah Gunung Agung. “Jadi kami terus memantau apakah amplitudonya terus membesar atau tidak. Kalaupun besar, maka volume lava yang keluar pasti besar. Namun, saat ini kondisinya masih kecil untuk amplitudonya dibandingkan Senin kemarin,” katanya.

Dia menuturkan, untuk mengetahui kriteria volume lava di dalam kawah yang penuh, dihitung secara manual. Diameter kawah Gunung Agung memiliki lebar 900 meter dengan ketinggian 200 meter dari puncak. Untuk proses keluarnya lava di kawah, ada tipe meleleh dan seperti air mancur (stormbolian) yang tidak terlalu tinggi, hanya di sekitar kawah saja.

“Kami belum bisa memastikan berapa ke dalaman lava di dalam kawah saat ini. Memantau ini perlu menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk mengambil foto kawah. Tapi, kami tidak berani melakukan ini karena kepulan abu vulkanis sangat besar,” ujarnya.

Menurut hasil data, suhu kawah di atas puncak Gunung Agung mencapai 300 derajat celcius atau sudah sangat panas sekali. “Saat ini memang sudah tercium bau belerang. Namun untuk dihirup manusia belum masuk berbahaya,” ujarnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutpo Purwo Nugroho sebelumnya menyebutkan, aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem, Bali, terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan pemantauan terkini, asap warna putih dan kelabu kehitaman terus keluar dari kawah.

”Ada dua kolom abu yang berbeda menunjukkan ada dua lubang kawah. Asap putih berasal dari tembusan solfatara yang dominan uap air. Asap hitam dari lubang dominan magma dari bawah,” ujar Sutopo melalui akun Twitter, Selasa (28/11/2017).

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut