Tak Terima Cinta Diputus, WNA Singapura Cekik Pacar hingga Tewas di Denpasar Bali
DENPASAR, iNews.id - Seorang perempuan muda berinisial AS (26) ditemukan tewas membusuk dalam kamar kos di Jalan Mekar II Blok A 12, Pedungan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Polisi bergerak cepat menangkap pacar korban berinisial MZ (26) yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura, tiga jam setelah penemuan mayat.
Peristiwa tersebut terungkap pada Rabu (15/7/2026) pukul 19.00 WITA. Bermula saat adik korban berinisial RA mendatangi rumah kos yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) namun kakaknya tidak merespons panggilan telepon beberapa kali.
Setibanya di lokasi, RA mencium aroma tidak sedap dari area rumah kos. Dia kemudian membuka kamar yang ditempati korban dan melihat sebagian rambut serta tubuh korban dalam kondisi tertutup boneka.
Tidak lama setelah itu, seorang pria yang diketahui sebagai pacar korban keluar dari kamar di sebelah kamar AS. Ketika ditanya mengenai keberadaan korban, pria tersebut tidak memberikan jawaban.
Tim Jatanras Polresta Denpasar melalui Polsek Denpasar Selatan langsung melakukan penyelidikan setelah menerima informasi mengenai penemuan mayat korban dugaan pembunuhan.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, pelaku MZ WNA Singapura berhasil diamankan dalam waktu sekitar 3 jam setelah korban ditemukan.
Pelaku MZ kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih mendalami keterlibatannya dalam dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban tewas.
Berdasarkan keterangan saksi, AS dan adiknya bekerja di sebuah tempat biliar di Jalan Nakula, Kuta. Korban juga disebut beberapa kali terlibat perselisihan dengan pacarnya terkait persoalan asmara.
Jenazah AS telah dibawa untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab kematian dan menjadi bagian dari proses penyidikan.
“Saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif dan jenazah korban tengah dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban," ujarnya dikutip Jumat (17/7/2026).
Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta mengatakan, polisi masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan sementara, korban tewas diduga akibat kekerasa benda tumpul di bagian leher.
"Pelaku tidak terima diajak putus oleh korban, ketika itulah korban dicekik pelaku hingga tewas," katanya.
Editor: Donald Karouw