Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sopir Taksi Online Dianiaya Penumpang di Lembang, Pelaku Masih Remaja 15 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

31 Kepala Keluarga di Tasikmalaya Mengungsi Akibat Longsor

Sabtu, 18 November 2017 - 10:31:00 WIB
31 Kepala Keluarga di Tasikmalaya Mengungsi Akibat Longsor
Warga dibantu anggota petugas dan relawan mengevakuasi barang-barang berharga lantaran rumah mereka rusak akibat longsor dan pergerakan tanah di Tasikmalaya, Sabtu (18/11/2017) pagi. (Foto:iNews/Asep Juhariyono)
Advertisement . Scroll to see content

TASIKMALAYA, iNews.id - Sebanyak 31 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 90 jiwa, di Kampung Babakan Sarongge, Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa harus mengungsi ke balai desa, Sabtu (18/11/2017) pagi.

Warga terpaksa mengungsi akibat bencana tanah longsor dan pergerakan tanah yang terjadi di lingkungan mereka. Selain menyebabkan warga harus mengungsi, sejumlah rumah, jalan desa, dan tempat ibadah juga mengalami kerusakan.

Hujan deras yang terus mengguyur Wilayah Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya sepekan ini ditengarai menjadi sebab bencana ini. Sebagain warga bahkan sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman sejak Kamis, 16 November 2017 malam. Rumah mereka rusak dan terancam ambruk akibat longsor dan pergerakan tanah.
 
Warga takut dan cemas jika terjadi longsor susulan.  Sejak Kamis malam, dengan dibantu aparat TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan, para warga ini berusaha menyelamatkan harta benda mereka dari dalam rumah.

Selain merusak rumah, bencana tanah longsor dan pergerakan tanah ini, juga mengakibatkan putusnya akses jalan desa, dan rusaknya tempat ibadah.

Menurut Kepala Desa Sukarasa, Tete Abdul Manaf, untuk sementara warga yang terdampak pergerakan tanah diungsikan di balai desa, sembari menunggu kajian dari BPBD terkait kondisi tanah di kampung tersebut.

“Semua warga sudah dievakuasi, sebagian di balai desa, sebagian lagi di rumah-rumah warga yang aman dari bencana,” ujar Abdul Manap.
 
Musibah longsor dan pergerakan tanah di wilayah ini bukan yang pertama kali terjadi. Hal serupa juga pernah terjadi sekitar tahun sembilan puluhan, namun tidak separah sekarang.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut