Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem
Advertisement . Scroll to see content

Angin Puting Beliung Terjang Cirebon, 24  Rumah dan Kantor Sekolah Rusak

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:27:00 WIB
Angin Puting Beliung Terjang Cirebon, 24  Rumah dan Kantor Sekolah Rusak
Angin puting beliung menerjang Desa Beringin, Kabupaten Cirebon hingga mengakibatkan 24 rumah rusak. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

CIREBON, iNews.id – Puluhan rumah dan kantor sekolah di Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, porak-poranda diterjang angin puting beliung disertai hujan deras.

Musibah yang terjadi saat pagi hari membuat panik warga. Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan. 

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, aktivitas pendidikan anak-anak tidak lumpuh total. Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 1 Beringin tetap dipaksakan berjalan normal. 

Pantauan di lokasi, kondisi terparah dialami warga yang tinggal di Blok Karang Melati, Desa Beringin. Tercatat, sedikitnya ada 24 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan struktural, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat. 

Beberapa rumah warga bahkan kehilangan seluruh atapnya karena tersapu angin dalam waktu yang sangat cepat. 

"Kejadiannya cepat sekali. Kami semua masih tidur nyenyak, tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dan atap rumah langsung terbang. Kami langsung panik berhamburan keluar karena air hujan langsung mengguyur kamar kami," tutur Khodijah, salah seorang pemilik rumah yang atapnya hilang, Minggu (14/6/2026). 

Pemerintah setempat langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat pascabencana.

"Dari data sementara yang kami himpun, ada sekitar 20 rumah dengan total 24 KK yang terdampak langsung musibah angin kencang ini. Beberapa di antaranya mengalami rusak berat pada bagian atap. Aktivitas masyarakat dan pelayanan di kantor guru memang sempat sedikit terganggu," kata Camat Pangenan, Baehaqi.

Hingga saat ini, warga dibantu aparat TNI-Polri masih bahu-membahu melakukan perbaikan rumah secara gotong-royong dengan alat seadanya. Mengingat banyaknya material genting dan kayu yang hancur serta hilang disapu angin, warga sangat mengharapkan adanya bantuan logistik bangunan darurat dari pemerintah daerah.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut