Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Malapraktik Sunat Bocah SD hingga Kelamin Terpotong, Bidan di Pelalawan Ditahan
Advertisement . Scroll to see content

Diduga Kain Kasa Tertinggal Setelah Operasi Sinus, Buruh Pabrik di Karawang Alami Infeksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:01:00 WIB
Diduga Kain Kasa Tertinggal Setelah Operasi Sinus, Buruh Pabrik di Karawang Alami Infeksi
Buruh pabrik di Karawang, Nidia Saputri (38), warga Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, diduga mengalami infeksi parah setelah operasi sinus dan harus menjalani operasi kedua akibat dugaan kain kasa tertinggal. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

KARAWANG, iNews.id - Kasus dugaan malapraktik kembali menjadi sorotan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Seorang buruh pabrik mengaku mengalami infeksi parah seusai menjalani operasi sinus. 

Nidia Saputri (38), warga Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, disebut harus menjalani operasi kedua akibat kondisi tersebut. Setelah menjalani operasi di salah satu rumah sakit di wilayah Karawang, kondisi Nidia justru memburuk. 

Hasil rontgen buruh pabrik di Karawang, Nidia Saputri (38), warga Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, diduga mengalami infeksi parah setelah operasi sinus. (Foto: iNews).
Hasil rontgen buruh pabrik di Karawang, Nidia Saputri (38), diduga mengalami infeksi parah setelah operasi sinus.

Bagian pipi dan mata mengalami pembengkakan, sedangkan gusi korban mengalami infeksi yang disertai nanah. Kondisi tersebut membuat Nidia harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. 

"Kan bernanah, terus saya ke klinik terus disuruh ke dokter gigi  terus dilihat, katanya bu ini mah bukan karena gusi atau gigi tapi ini karena kasa yang bernanah, saya rujuk saja ke THT lagi. Saya tahunya juga dari dokter gigi, kalau tidak dikasih tahu saya tidak tahu.

Kuasa hukum Nidia, Saeful menyebut, infeksi yang dialami kliennya diduga dipicu kain kasa yang tertinggal di dalam rongga mulut setelah operasi.

"Ini kan tertinggalnya benda asing di dalam tubuh yang seharusnya bisa diketahui saat kontrol pertama. Saya takutkan ada indikasi menjalar ke yang lain. Ini kan sudah lama 42 hari hingga infeksi," ucap Saeful.

Dugaan tersebut kemudian menjadi dasar keluarga untuk meminta penjelasan mengenai prosedur operasi dan penanganan pascaoperasi yang dijalani Nidia.

Akibat kondisi tersebut, Nidia disebut harus menjalani operasi kedua. Tindakan medis itu dilakukan untuk mengangkat kain kasa yang diduga tertinggal sekaligus membersihkan bagian rongga mulut yang mengalami infeksi.

"Ada dugaan malapraktik kafrena posisinya hasil analisis kami ini bukan risiko medis. Klien kami kami kan meminta kejelasan, keadilan. Apalagi asesmen dari mereka seakan-akan pasien ini yang salah," ucapnya.

Keluarga Nidia meminta pihak rumah sakit memberikan penjelasan secara terbuka mengenai tindakan medis yang dilakukan terhadap korban.

Bersama kuasa hukum, keluarga telah melayangkan somasi kepada pihak rumah sakit. Mereka meminta persoalan tersebut segera diklarifikasi dan diselesaikan.

Hingga kini, dugaan malapraktik tersebut masih menjadi perhatian keluarga dan kuasa hukum Nidia. Mereka berharap pihak terkait memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai prosedur operasi serta penanganan setelah tindakan medis.

Dugaan malapraktik tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut