Driver Online di Bandung Hilang usai Antar Pesanan Makanan ke Dago, Istri Cemas
BANDUNG, iNews.id - Driver online hilang setelah mengantarkan pesanan makanan ke kawasan Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026) malam. Korban bernama Diki Akbari, warga Bojong Koneng, Kecamatan Cibeunying Kidul, belum pulang dan tidak dapat dihubungi hingga Selasa (28/7/2026).
Keluarga telah melaporkan orang hilang ini ke Polsek Cibeunying Kidul. Pencarian juga dilakukan dengan menghubungi kerabat serta menelusuri lokasi terakhir ponsel milik pria tersebut.
Istri Diki, Arni Mariniani mengatakan, suaminya yang bekerja sebagai driver ShopeeFood sempat mengantar dirinya dan anak-anak membeli makanan sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kemudian kembali ke rumah untuk makan bersama.
Namun, Diki memilih mengaktifkan aplikasi ShopeeFood dan kembali bekerja karena mendapatkan pesanan.
“Sesampai di rumah, mau makan-makan, (Diki) gak jadi makan. Mau ngaktifin Shopee, mau narik,” kata Arni dikutip dari iNews Bandung Raya, Selasa (28/7/2026).
Setelah aplikasi diaktifkan, Diki mendapat pesanan untuk mengantarkan makanan ke kawasan Cihaur Geulis. Dia kemudian menerima pesanan lain dengan tujuan Saparua dan Dago.
Arni masih berkomunikasi dengan suaminya melalui WhatsApp sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, Diki mengaku sedang menunggu pesanan di sebuah restoran dan berencana pulang setelah menyelesaikan pengantaran terakhir.
“Komunikasi via WA. Dia menunggu di resto jam setengah 11 malam (22.30 WIB). Pulang aja sudah malam. Kata dia tanggung. Ini tinggal nganterin, setelah anterin baru pulang. Pas ditanya lagi udah belum anternya, ceklis 1. Sebelumnya dia bilang habis batre, lowbet, gak tahu mati (HP-nya) atau apa,” ujarnya.
Setelah itu, pesan yang dikirim Arni hanya menunjukkan satu tanda centang. Ponsel Diki juga tidak dapat dihubungi melalui sambungan telepon biasa.
Arni awalnya menduga ponsel suaminya mati karena kehabisan daya. Dia bersama anak-anak kemudian tidur sambil menunggu suami pulang.
Namun, saat terbangun sekitar pukul 02.00 WIB, Diki belum juga kembali ke rumah. Arni mulai menghubungi keluarga dan kerabat untuk mencari keberadaannya.
“Udah ngontek dari jam 2 malam, ke saudara, ke mana-mana, enggak ada ternyata. Enggak ada kabar. Ditungguin sampai pagi gak ada,” tutur Arni.
Keluarga sempat berusaha melacak ponsel Diki menggunakan akun email. Perangkat tersebut terakhir kali terdeteksi berada di kawasan Dago.
Namun, pada pemeriksaan berikutnya, lokasi ponsel sudah tidak dapat ditemukan. Keluarga belum mengetahui apakah perangkat tersebut mati, rusak, atau berada di tangan orang lain.
“Dicek pakai email, HP-nya terakhir digunakan di Dago. Tadi pagi perangkat (HP milik Diki) sudah tidak ditemukan. Gak tahu HP-nya diambil orang atau gimana,” ucapnya.
Setelah menunggu lebih dari 24 jam tanpa kabar, keluarga melaporkan hilangnya Diki ke Polsek Cibeunying Kidul pada Senin (27/7/2026). Diki memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 160 sentimeter dan berat badan 70 kilogram. Kulitnya berwarna sawo matang serta memiliki tato di kedua tangan.
Saat terakhir terlihat, Diki mengenakan jaket bertudung atau hoodie berwarna krem dan helm KYT hitam. Dia mengendarai sepeda motor Honda Genio hitam tanpa corak, menggunakan spion bulat serta stiker bertuliskan “EK” pada kaca depan.
Keluarga berharap masyarakat yang melihat Diki atau mengetahui keberadaan sepeda motornya segera menyampaikan informasi kepada kepolisian terdekat.
Editor: Donald Karouw