Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masker Basah Efektif Cegah Abu Vulkanik? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

KDM Minta Sekolah Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terapkan Pembelajaran Daring

Senin, 07 September 2026 - 17:18:00 WIB
KDM Minta Sekolah Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terapkan Pembelajaran Daring
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan sekolah di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk menerapkan pembelajaran daring. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa BaratDedi Mulyadi menginstruksikan sekolah terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau untuk menerapkan pembelajaran daring. Kebijakan ini terutama diberlakukan bagi wilayah dengan intensitas paparan abu vulkanik cukup tinggi seperti Bogor dan Sukabumi.

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM meminta kepala sekolah menyesuaikan sistem pembelajaran demi menjaga kesehatan dan keselamatan para siswa. Aktivitas belajar dari rumah dapat dilakukan selama kondisi udara masih terdampak sebaran abu vulkanik.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi agar siswa tidak terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan dan terpapar abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Sehubungan dengan meningkatnya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, kami sampaikan untuk wilayah yang intensitas debunya tinggi seperti Bogor dan Sukabumi serta daerah lain, agar kepala sekolah terhitung Senin 7 September agar bisa membuat sistem pembelajaran daring," ujarnya, Senin (7/9/2026).

Selain Bogor dan Sukabumi, daerah lain di Jawa Barat yang mengalami dampak abu vulkanik cukup tinggi juga dapat menerapkan kebijakan serupa. Pemerintah daerah meminta pihak sekolah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dengan erupsi. Aktivitas tersebut menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk beberapa daerah di Jawa Barat. Warga pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik, terutama terkait gangguan kesehatan.

Paparan abu vulkanik dapat berdampak pada sistem pernapasan, mata, hingga kulit. Masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan menggunakan masker dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Pemprov Jabar memastikan langkah antisipasi terus dilakukan agar aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, tetap berjalan dengan mempertimbangkan faktor kesehatan dan keselamatan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut