Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TPA Jatibarang Semarang Kembali Terbakar, 7 Mobil Damkar Dikerahkan
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran di TPAS Gunungsantri Cirebon, Asap Pekat Selimuti Lahan 5 Hektare

Selasa, 06 Oktober 2026 - 15:45:00 WIB
Kebakaran di TPAS Gunungsantri Cirebon, Asap Pekat Selimuti Lahan 5 Hektare
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar TPAS Gunungsantri, Kabupaten Cirebon. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

CIREBON, iNews.id – Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah atau TPAS Gunungsantri yang berlokasi di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026) siang.

Kepulan asap putih pekat membubung tinggi dan membakar beberapa titik di area TPAS seluas hampir lima hektare tersebut. Kebakaran ini diduga kuat berawal dari rembetan api kebakaran lahan kering di sekitar lokasi pembuangan sampah.

Tumpukan sampah lama yang menggunung dan mengering membuat material sangat mudah terbakar. Ditambah dengan cuaca terik serta tiupan angin kencang, api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian dalam tumpukan sampah.

Kepulan asap tebal menyelimuti lokasi hingga mengganggu jarak pandang dan menyulitkan petugas pemadam kebakaran (Damkar) saat menjangkau titik pusat api.

"Kebakaran ini diduga berasal dari rembetan api di lahan sekitar TPAS. Petugas bersama unit armada damkar dan suplai air terus dimaksimalkan untuk memadamkan api serta mencegah perluasan ke area lain," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono.

Untuk mengendalikan kobaran api agar tidak terus meluas ke luar area TPAS, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon memfokuskan penyemprotan ke area-area yang berpotensi terbakar serta menyisir tumpukan sampah kering.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut