Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Keracunan MBG Meluas di Jatim, Pemprov Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan
Advertisement . Scroll to see content

Pedagang di Pasar Kosambi Bandung Ungkap Pemicu Harga Bahan Pokok Naik

Jumat, 04 September 2026 - 08:51:00 WIB
Pedagang di Pasar Kosambi Bandung Ungkap Pemicu Harga Bahan Pokok Naik
Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat, mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat, mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Pedagang menyebut peningkatan permintaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas.

Kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran yang dijual di Pasar Kosambi. Salah satunya cabai rawit merah yang sebelumnya Rp60.000 kini naik menjadi Rp80.000 per kilogram.

Harga buncis juga meningkat dari Rp15.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, jagung manis naik dari Rp14.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Menurut pedagang, peningkatan permintaan dalam jumlah besar untuk kebutuhan program MBG membuat harga sejumlah bahan makanan ikut terdongkrak.

Pedagang sayuran, Ely, mengatakan permintaan dari pihak yang memasok kebutuhan MBG menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga komoditas di pasar.

Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam. Harga ayam yang sebelumnya sekitar Rp34.000 per kilogram kini meningkat menjadi Rp44.000 per kilogram.

"Barangnya agak susah soalnya yang banyak buat MBG ke Caringin, dia kan ngambilnya banyak. Kalau MBG harganya berani lagi dia," kata Ely di lokasi, Kamis (3/9/2026).

Pedagang ayam, Adi, mengatakan meski harga mengalami kenaikan, pasokan ayam hingga kini masih aman. Namun, kenaikan harga mulai berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Kondisi tersebut membuat konsumen harus mengurangi pembelian atau menyesuaikan kebutuhan di tengah harga bahan pangan yang terus meningkat.

"Kalau pasokan sih aman cuma kan dari harganya kan lumayan, konsumen pada mengeluh," ucap Adi.

Pedagang berharap pasokan dan harga komoditas dapat kembali stabil sehingga tidak semakin menekan daya beli masyarakat.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut