Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keren! Kunjungi Galeri NFT Pertama RI, Wamenparekraf Angela: NFT Jadi Peluang Bagi Pengembangan Ekonomi Kreatif
Advertisement . Scroll to see content

Pemuda asal Subang Iseng Bikin Aksesoris dari Limbah Kayu, Ternyata Tembus Eropa

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:40:00 WIB
Pemuda asal Subang Iseng Bikin Aksesoris dari Limbah Kayu, Ternyata Tembus Eropa
Reno Nugroho dengan teliti mengerjakan aksesoris berbahan kayu limbah. Tampak pula hasil kerajinannya yang sudah menembus pasar luar negeri. (Foto: iNews.id/Yudy Heryawan Juanda)
Advertisement . Scroll to see content

SUBANG, iNews.id - Berawal dari iseng, seorang perajin asal Kabupaten Subang mampu menembus pasar luar negeri dengan aksesoris berbahan limbah kayu. Sejumlah negara menjadi pelanggan dari kerajinannya berupa cincin, kalung hingga anting-anting. 

Selintas tidak akan menyangka jika beragam aksesoris yang dibuat Reno Nugroho, warga Perumnas, Kelurahan Karanganyar, Kabupaten Subang ini, berbahan limbah kayu. Desainnya yang sangat unik dan detail menjadikan bahan limbah tersebut menjadi berkelas.

Wajar jika pelanggan dari Amerika Serikat, Spanyol, Inggris, China, Jepang hingga Singapura sangat meminati kerajinan dari pemuda tersebut.

Limbah kayu yang Reno kumpulkan mampu disulapnya menjadi barang kerajinan bernilai tinggi. Alat yang dibutuhkan pun hanya berupa amplas, pensil,  jangka, gergaji dan mesin bor.


Untuk membuat sebuah cincin, Reno harus membuat pola terlebih dahulu. Selanjutnya menggergaji dan menghaluskan kayu yang kemudian finishing berupa pengecatan agar mengkilap. Sementara untuk membuat kalung dan anting-anting atau bros, Reno menggunakan mesin cetak laser.

"Awalnya sih iseng memanfaatkan limbah kayu saat saya kuliah di tahun 2019 lalu. Namun ternyata mendapat respon tinggi, baik dari teman kuliah maupun pemesan lain," ujar Reno, Kamis (26/5/2022). 

Setelah itu, Reno mencoba memasarkan dengan menggunakan media sosial. Tanpa diduga penjualan aksesorisnya semakin meningkat. Bahkan, produknya sudah menembus pasar luar negeri. Kerajinannya pun dibanderol cukup murah dari mulai Rp25.000 hingga Rp50.000 per buah.

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut