Ratusan Siswa di Cirebon Keracunan Usai Santap MBG, Muntah hingga Diare
CIREBON, iNews.id - Ratusan siswa sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami mual, pusing, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mendatangi sejumlah rumah sakit pada Selasa (20/10/2026) sore untuk mendapatkan penanganan medis.
Jumlah siswa yang mengalami gejala tersebut terus bertambah hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Putra Bahagia dipadati pasien. Sejumlah siswa bahkan harus menjalani rawat inap karena kondisi tubuh melemah setelah mengalami muntah dan diare.
Berdasarkan pantauan di rumah sakit, lebih dari 50 orang telah mendapatkan penanganan medis. Para siswa berasal dari sejumlah sekolah di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
"Makan (MBG) saat jam istirahat, sekitar jam sembilanan lalu jam tigaan (sore) mulai bergejala," kata Doni Armandi, salah satu orang tua siswa di rumah sakit.
Sejumlah orang tua mengaku mendapati anak mereka dalam kondisi pucat dan lemas saat sore hari. Setelah ditanya, anak-anak tersebut mengaku sebelumnya menyantap menu MBG berupa sup telur puyuh yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima.
"Banyak yang kena, guru juga ada, pasa saya tanya makan apa ternyata sama semua makan telur puyuhnya asam dari MBG," ujar Agus Bahtiar, salah satu orang tua siswa lainnya.
Menu tersebut diduga sudah tidak layak dikonsumsi karena rasanya asam dan tidak enak. Meski demikian, dugaan keterkaitan makanan dengan gejala yang dialami para siswa masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Kondisi rumah sakit yang dipadati pasien membuat petugas TNI dan Polri menyiapkan lebih dari sembilan ambulans untuk membantu mengevakuasi siswa ke sejumlah rumah sakit lain.
Jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan diperkirakan mencapai ratusan orang, termasuk guru dari sejumlah sekolah. Penanganan medis terus dilakukan terhadap para korban.
Editor: Kurnia Illahi