Tukang Ojek di Cianjur Jadi Korban Begal Bersajam, Motor Raib hingga Jari Nyaris Putus
CIANJUR, iNews.id – Nasib nahas menimpa Mumuh, seorang tukang ojek di Kampung Cikole, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dia menjadi korban pembegalan sadis saat perjalanan pulang menuju rumah usai mengojek pada Minggu (9/8/2026) dini hari.
Akibat serangan senjata tajam tersebut, Mumuh mengalami luka bacok serius di bagian kepala serta jari tangannya nyaris putus. Sepeda motor milik korban yang sehari-hari digunakan untuk mencari nafkah juga dibawa kabur oleh para pelaku.
Peristiwa tragis ini bermula saat korban melintas di persimpangan jalan dan melihat keberadaan sejumlah orang tak dikenal di depan salah satu rumah warga. Merasa curiga, Mumuh sempat menghampiri dan bertanya kepada para pelaku.
Namun tanpa diduga, rekan pelaku yang berada di posisi belakang langsung melayangkan sabetan senjata tajam ke arah korban secara brutal.
"Saya sempat tanya ke mereka, tiba-tiba langsung disabet dari belakang," ujar korban, Mumuh, saat mendapat perawatan medis.
Melihat korban tumbang tersungkur berlumuran darah di jalan, kawanan begal tersebut langsung merampas sepeda motor korban dan kabur melarikan diri dari lokasi kejadian.
Ketua RT setempat, Azis menduga, kawanan pelaku awalnya bermaksud mencuri sepeda motor milik warga yang terparkir di halaman rumah sekitar persimpangan tersebut. Aksi mereka diduga dipergoki oleh korban yang kebetulan melintas.
"Dugaan awal para pelaku ini mau mengambil motor warga yang diparkir di halaman. Karena kepergok sama Pak Mumuh yang melintas, pelaku langsung menyerang," kata Azis, Senin (10/8/2026).
Korban kini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan terdekat guna menjahit luka bacok di kepala serta menyelamatkan jari tangannya yang cedera parah.
Sementara itu, jajaran Unit Satreskrim Polsek Cibeber bersama Polresta Cianjur telah mendatangi lokasi untuk menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi mata guna memburu dan menangkap para pelaku.
Editor: Kastolani Marzuki