Usai Penggerebekan Narkoba, 19 Rumah di Saritem Bandung Diduga Masih Jadi Lokasi Prostitusi
BANDUNG, iNews.id - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menemukan 19 rumah yang diduga masih beroperasi sebagai tempat prostitusi di kawasan Saritem. Penemuan tersebut diperoleh saat Farhan meninjau langsung lokasi itu, dua hari setelah polisi menggelar penggerebekan terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.
Farhan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menindaklanjuti penemuan tersebut dan menutup tempat-tempat yang terbukti menjalankan aktivitas ilegal.
"Insaallah Pemkot Bandung akan melakukan follow up terhadap operasi tersebut, pertama operasi penindakan masalah sosial, kedua operasi pemeriksaan kesehatan dan yang terakhir operasi penertiban fungsi bangunan," ujar Farhan, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk menghentikan praktik prostitusi yang disebut masih berlangsung di kawasan tersebut. Jumlah rumah yang ditemukan saat peninjauan bahkan lebih banyak dibandingkan laporan awal yang diterima dari polisi.
Pemkot Bandung berencana menelusuri aktivitas lain yang diduga masih berlangsung di kawasan Saritem. Penertiban tidak hanya menyasar prostitusi, tetapi juga peredaran narkoba dan berbagai aktivitas ilegal lainnya.
Dia ingin memastikan kawasan tersebut tidak lagi menjadi tempat berlangsungnya kegiatan yang melanggar hukum.
Sebelumnya, jajaran Polrestabes Bandung menggerebek kawasan Saritem dengan sasaran pengguna narkoba. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap puluhan orang yang dinyatakan positif narkoba beserta sejumlah barang bukti.
Mereka kemudian dibawa ke Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemkot Bandung kini menyoroti keberadaan rumah-rumah yang diduga masih digunakan untuk praktik prostitusi.
Penindakan dan penutupan akan dilakukan sebagai bagian dari upaya menghentikan aktivitas ilegal yang telah lama menjadi persoalan di kawasan tersebut.
Editor: Kurnia Illahi