6 Bulan Dilanda Kekeringan, Warga Grobogan Tinggalkan Pekerjaan demi Antre Air Bersih
GROBOGAN, iNews.id – Kekeringan ekstrem yang melanda wilayah perbatasan Kabupaten Grobogan dan Boyolali, Jawa Tengah, makin memprihatinkan. Puluhan warga Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, saling berdesakan dan berebut mengisi jeriken serta galon saat truk tangki air bersih tiba di desa mereka, Rabu (7/10/2026).
Mata air dan sumur warga yang kering total sejak beberapa bulan terakhir memaksa masyarakat menunda pekerjaan harian demi mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan dasar.
Menurut warga setempat, musim kemarau panjang telah memicu krisis air sejak enam bulan lalu, dengan kondisi terparah dirasakan dalam empat bulan terakhir.
Bagi warga yang memiliki kemampuan finansial terbatas, membeli air tangki secara mandiri menjadi satu-satunya cara bertahan hidup.
"Kekeringan sudah enam bulan, tapi empat bulan terakhir ini paling parah. Sumur kering total, mau tidak mau harus beli air. Satu tangki harganya Rp160 ribu dan cuma cukup untuk tiga hari," kata Suwanto, warga Desa Ketro, Rabu (7/10/2026).
Kondisi serupa dirasakan Surati, warga yang sehari-hari bekerja di ladang. Ia mengaku terpaksa bersiap di sekitar bak penampungan sejak pagi hari. "Saya rela tinggalkan pekerjaan di ladang karena takut tidak kebagian air kalau terlambat datang," tutur Surati.
Melihat kondisi memprihatinkan masyarakat desa hutan di perbatasan, Perhutani KPH Telawah Boyolali turun tangan membagikan bantuan air bersih gratis secara berkala. Pasokan air tersebut diambil langsung dari sumber air teruji di wilayah Boyolali dan Salatiga yang dipastikan aman dikonsumsi.