Cerita dari Jurnalis Perempuan yang Meliput Pernikahan Kahiyang-Bobby
SOLO, iNews.id - Meliput pernikahan putri Presiden RI Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Nasution menjadi tantangan dan pengalaman tersendiri bagi para jurnalis, terutama bagi reporter perempuan. Di tengah kerumunan undangan dan masyarakat yang hadir dan ingin melihat langsung momen sakral putri presiden itu, para reporter perempuan harus berjibaku meliput setiap detail kegiatan dengan menggunakan pakaian kebaya.
Menggunakan kebaya saat liputan tentunya mengurangi kenyamanan. Kain panjang atau jarik yang digunakan sebagai bawahan seringkali membatasi ruang gerak para jurnalis perempuan ini. Namun hal itu tak menyurutkan semangat mereka untuk melaporkan setiap prosesi pernikahan putri orang nomor satu di Indonesia itu.
Dengan pakaian yang sedikit membatasi gerak, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para jurnalis perempuan ini. Bagaimana tidak, para jurnalis ini harus tetap lincah dalam balutan kebaya, jarik yang ditambah lagi dengan sepatu hak tinggi. Dengan dandanan lengkap seperti itu, mereka harus tetap berjibaku menyampaikan berita di tengah kerumunan pengamanan, tamu undangan, maupun rekan-rekan wartawan sendiri.
Seperti yang dirasakan langsung oleh reporter iNews TV, Loviana Dian. Loviana yang meliput langsung hari bersejarah bagi Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution ini, mengaku kendati sedikit kerepotan, ia merasa senang sekali dapat ikut serta meliput acara pernikahan putri Presiden Jokowi ini.
“Pastinya ribet ya harus menggunakan kebaya tapi tetap mondar-mandir, tetap meliput, ke sana kemari, tapi kita tetap antusias. Saya merasa senang sekali karena sekaligus bisa menghadiri pernikahan Kahiyan Ayu dan Bobby Nasution ini. Ini adalah momen yang bisa dibilang tidak bisa diulang kembali. Saya sebagai jurnalis merasa sangat bangga bisa hadir di acara ini,” ungkapnya.
Seperti halnya liputan-liputan acara besar lainnya, para reporter ini dituntut untuk jeli melihat perkembangan yang ada di lokasi hajatan. Dengan kondisi apapun, mereka diminta mampu untuk tetap melaporkan setiap detail hajatan kepada para pemirsa di seluruh penjuru tanah air.
Editor: Kastolani Marzuki