Guru Besar UNS Paparkan Jejak Warisan Rempah dan Jamu dalam Manuskrip Jawa Kuno
JAKARTA, iNews.id - Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof Sahid Teguh Widodo membagikan informasi mengenai jejak warisan rempah dan jamu dalam manuskrip Jawa kuno. Hal tersebut disampaikan dalam webinar Jalur Rempah yang diadakan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui aplikasi Zoom Meeting dan siaran kanal Youtube selama 2 jam.
Prof Sahid yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi UNS menyampaikan, Indonesia memiliki benda warisan yang banyak dan beragam, terutama berkaitan dengan jejak rempah. Karena itu, Javanologi UNS berusaha membuat kegiatan riset tentang pelacakan pengetahuan warisan serta publikasi melalui segala macam bentuk pertemuan akademik dan juga bagian dari kegiatan tri dharma perguruan tinggi.
“Banyak naskah di tempat kami yang memuat informasi pengobatan. Kami juga mendapat bantuan berupa lontar usada. Namun, kesulitan kami saat ini yakni dalam menerjemahkan. Masih banyak tahap yang harus dilakukan mengingat kondisi naskah sudah rusak karena berusia ratusan tahun," katanya.
"Bahasanya juga bahasa lama seperti Bali kuno, Jawa kuno. Ada juga bahasa dengan idiom yang sulit diterangkan secara semiotik. Terdapat banyak lakuna, adisi, semuanya butuh waktu untuk membongkar isi manuskrip tersebut,” ucapnya.
Indonesia merupakan negeri yang gemah ripah loh jinawi, suatu idiom Jawa yang artinya negeri yang tenteram, makmur dan subur tanahnya sehingga menjadi surga bagi tanaman obat. Dalam materi yang dipaparkan, jejak rempah yang dimaksud merujuk pada data atau informasi yang terdapat dalam berbagai manuskrip Jawa kuno.