TEMANGGUNG, iNews.id - Area hutan di bawah pengelolaan Perum Perhutani di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terbakar, Sabtu (5/10/2019). Tim gabungan masih berusaha memadamkan api di lokasi yang jauh dari jalur pendakian ini.
Menurut Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung, Kusino, kebakaran terjadi di petak 15 resor pemangku hutan Kecepit. Api mulai terlihat sekitar pukul 11.30 WIB.
Asap Muncul Lagi di Gunung Sumbing Temanggung, Tim Pemadam Kembali Dikerahkan
“Tim gabungan yang terdiri atas personel TNI, Polri, SAR, Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan relawan sedang berusaha memadamkan api,” katanya.
Kusini mengatakan, tim gabungan terdiri dari 50 orang berusaha memadamkan api secara manual. Hingga kini, penyebab kebakaran hutan di wilayah Desa Jambu, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung belum diketahui.
Gunung Sumbing di Temanggung Terbakar, 134 Pendaki Dievakuasi
“Area hutan yang terbakar ini jauh dari jalur pendakian yang ditumbuhi pohon pinus,” katanya.
Kusino mengatakan pada musim kemarau seperti sekarang hutan di kawasan Gunung Sumbing dan Sindoro rawan terbakar. Dia mengimbau kepada masyarakat maupun pendaki untuk tidak bermain api di hutan.
“Jika terpaksa membuat perapian sebaiknya dipastikan dulu api atau bara api sudah padam saat meninggalkan lokasi," katanya.
Sebelumnya, hutan Gunung Sumbing juga sempat terbakar Minggu (22/9/2019). Kebakaran hutan ini sudah diantisipasi BPBD serta pasukan TNI, POLRI, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan basecamp suka relawan bencana.
Ada 134 pendaki Gunung Sumbing yang dievakuasi petugas gabungan dari Polri, PMI, BPBD dan Perhutani Temanggung. Lahan yang terbakar berada di petak 27-7 dan meluas ke lahan 23-3, mencapai sekitar 20 hektare.
Editor: Umaya Khusniah