Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Bandang di Solok, 1 Warga Ditemukan Tewas 1 dalam Pencarian
Advertisement . Scroll to see content

Jembatan di Pekalongan Tiba-tiba Ambruk, 10 Desa Terisolasi

Kamis, 13 Desember 2018 - 08:11:00 WIB
Jembatan di Pekalongan Tiba-tiba Ambruk, 10 Desa Terisolasi
Jembatan penghubung 10 desa di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jateng, ambruk, Rabu malam (13/12/2018). (Foto: iNews/Suryono)
Advertisement . Scroll to see content

PEKALONGAN, iNews.id – Jembatan Kaligenteng yang menghubungkan antarkecamatan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), tiba-tiba ambruk, Rabu petang (12/12/2018). Kondisi jembatan hancur dan tidak bisa lagi digunakan. Akibatnya, 10 desa di pegunungan ini terisolasi.

Sepuluh desa yang terisolasi yakni, Desa Bodas, Bojongkoneng, Bubak, Garungwiyoro, Gembong, Luragung, Klesem, Sukoharjo, Trajumas, dan Karanggondang. Seluruhnya di Kecamatan Kandangserang.

Kondisi jembatan yang sudah tua ditambah banjir bandang, diduga menjadi pemicu runtuhnya bangunan ini. Hal itu terlihat dari detik-detik runtuhnya jembatan yang sempat direkam oleh warga. Ratusan warga tampak memenuhi lokasi ambruknya jembatan pada Rabu malam.


Menurut warga setempat, sebagian badan jalan di jembatan itu sebenarnya sudah cukup lama ditutup dan dilarang dilintasi kendaraan. Namun, masih banyak yang nekat melintas. Pasalnya, jembatan ini sangat vital bagi masyarakat karena menghubungkan Kecamatan Kandangserang dengan Kecamatan Paninggaran dan menjadi jalan alternatif ke Kabupaten Banjarnegara.

“Karena masih tetap digunakan warga, retakan di jembatan tambah lebar dan akhirnya ambruk," kata salah seorang warga, Kamis (13/12/2018).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi langsung meninjau jembatan yang runtuh pada Rabu malam. Dia menegaskan, saat ini prioritas utama pemerintah daerah untuk membantu akses warga agar tidak terisolasi pascaambruknya jembatan.

Dia mengatakan, sebenarnya sudah ada jembatan yang tengah dibangun di Kecamatan Kandangserang, tetapi hingga kini pembangunan belum tuntas. Pembangunan diharapkan selesai akhir tahun ini untuk menggantikan jembatan yang ambruk. Untuk sementara, warga masih bisa melintas dengan berjalan kaki.

“Untuk sepeda motor dan mobil tidak bisa melintas. Sementara anak sekolah juga akan diantar jemput menggunakan kendaraan kecamatan dari ujung jembatan,” kata Asip Kholbihi.

Warga juga sementara bisa melintas menggunakan jalan alternatif. Namun, jarak tempuhnya menuju ibu kota kabupaten lebih jauh, sekitar 25 kilometer (km) atau 1 jam.

Asip mengatakan, pembangunan jembatan baru akan dipercepat, tapi tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan jembatan juga warga. Dia juga menjamin pasokan sembako atau bahan makanan untuk warga yang terisolasi.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut