Jembatan Tlobongan Diperbaiki, Jalur Lingkar Utara Sragen Ditutup hingga 17 Agustus
SRAGEN, iNews.id - Jalur Lingkar Utara Sragen, Jawa Tengah ditutup sementara mulai 10 hingga 17 Agustus 2026 untuk perbaikan Jembatan Tlobongan. Penutupan tersebut membuat kendaraan harus menggunakan jalur alternatif, termasuk melintasi kawasan perkotaan atau jalan tol.
Penutupan dilakukan agar pekerjaan perbaikan jembatan dapat berlangsung tanpa terganggu arus kendaraan. Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan di jalur alternatif.
Fungsional Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Bayu Satrio Adibimantoro mengatakan, jadwal penutupan telah dikoordinasikan dengan Satlantas Polres Sragen.
“Dari pihak kepolisian juga menghendaki tanggal 10 sampai 17 itu, biar tidak terlalu lama ditutup jalurnya untuk lingkar utara,” ujar Bayu, dikutip dari iNews Sragen, Kamis (13/8/2026).
Pelaksana pekerjaan telah menyatakan kesanggupan menyelesaikan perbaikan Jembatan Tlobongan sesuai jadwal yang ditetapkan. Dengan demikian, jalur lingkar utara diharapkan dapat kembali digunakan setelah pekerjaan selesai.
Selama penutupan berlangsung, kendaraan dari arah lingkar utara dapat menggunakan sejumlah jalur alternatif. Salah satunya masuk ke kawasan kota melalui Simpang Tiga Bloran atau memilih akses jalan tol.
Namun, kendaraan besar seperti bus dan angkutan umum masih banyak yang memilih melewati jalur dalam kota. Kondisi tersebut membuat volume kendaraan di sejumlah ruas jalan perkotaan meningkat.
“Kalau kondisi sekarang kebanyakan tetap masih masuk dalam kota. Kendaraan besar-besar itu kami berusaha meminimalisir lewat kota, tetapi semuanya ingin tetap lewat kota,” katanya.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian, yakni sekitar Pemda Terpadu Sragen. Peningkatan arus kendaraan di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas, terutama ketika kendaraan besar melintas bersamaan dari sejumlah arah.
Dishub Sragen kemudian melakukan rekayasa lalu lintas di Simpang Tiga Bloran. Petugas memasang kerucut lalu lintas atau traffic cone untuk mengatur pergerakan kendaraan.
Pembatas tersebut digunakan untuk mempersempit lajur kendaraan dari arah utara menuju selatan. Pengaturan itu juga memberikan ruang bagi kendaraan berat yang bergerak dari arah barat menuju selatan.
Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menjaga kelancaran arus sekaligus mengurangi risiko benturan antarkendaraan selama jalur lingkar utara ditutup.
Dishub Sragen mengimbau pengguna jalan memperhatikan rambu dan petunjuk pengalihan arus yang telah dipasang. Pengendara juga diminta menyesuaikan kecepatan serta memperhitungkan waktu perjalanan, terutama pada jam sibuk.
Jalur Lingkar Utara Sragen dijadwalkan kembali dibuka setelah perbaikan Jembatan Tlobongan selesai pada 17 Agustus 2026.
Editor: Kurnia Illahi