Kebakaran Pabrik Triplek di Boyolali, Kerugian Miliaran Rupiah
BOYOLALI, iNews.id – Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik kayu lapis atau triplek di Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2026) petang.
Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sejumlah mesin produksi vital serta tumpukan lembaran triplek yang sudah siap dikirim ke konsumen.
Video amatir milik warga memperlihatkan kepulan asap tebal dan kobaran api membumbung tinggi, memicu kepanikan warga sekitar pemukiman.
Di saat bersamaan, sejumlah karyawan pabrik terlihat panik dan berpacu dengan waktu menyelamatkan barang-barang serta material kayu ke tempat yang lebih aman.
Guna memadamkan kobaran api, dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Boyolali diterjunkan ke lokasi, dibantu satu unit armada pemadam dari Kodim 0724/Boyolali serta beberapa armada tangki pemasok air.
Petugas pemadam bekerja keras melokalisir pergerakan api agar tidak merambat ke bangunan lain. Kendati demikian, tebalnya tumpukan material triplek yang sangat mudah terbakar serta terbatasnya pasokan air di sekitar lokasi menjadi kendala utama proses pemadaman.
Petugas Damkar Boyolali, Gito, menjelaskan bahwa kebakaran ini dipicu oleh gangguan teknis pada bagian mesin produksi.
"Kebakaran bermula dari mesin oven. Diduga tangki penampung oli di bagian bawah mengalami kebocoran, sehingga oli panas menyembur ke atas dan memicu munculnya titik api," ujar Gito di lokasi kejadian.
Semburan api dari oli panas tersebut seketika menyambar tumpukan kayu lapis siap kirim yang berada tak jauh dari mesin. Api dengan cepat merambat ke material kayu lainnya hingga merobohkan struktur atap pabrik yang terbuat dari bahan kayu.
Sementara itu, salah seorang karyawan pabrik, Saiful, menyebutkan bahwa para pekerja sempat berupaya memadamkan api secara mandiri sebelum akhirnya api membesar tak terkendali.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp1 miliar akibat hancurnya mesin-mesin produksi utama serta habisnya stok triplek siap kirim.
Editor: Kastolani Marzuki