Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pekalongan Gempar! Perangkat Desa Ditemukan Tewas Terbenam Lumpur Penuh Luka
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Perangkat Desa di Pekalongan Tewas Terbenam Lumpur, Ditemukan Celurit

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:02:00 WIB
Kronologi Perangkat Desa di Pekalongan Tewas Terbenam Lumpur, Ditemukan Celurit
Petugas mengevakuasi jasad perangkat desa yang ditemukan terbenam lumpur sawah dengan kondisi penuh luka di belakang SD, Kabupaten Pekalongan. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

PEKALONGAN, iNews.id – Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya perangkat desa dengan kondisi mengenaskan terbenam lumpur di Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).

Lokasi penemuan mayat korban Rusyanto (58), tepatnya di area belakang bangunan SD Negeri Kalipancur 1 Bojong. Dugaan sementara, polisi desa itu menjadi korban pembunuhan.

Saat pertama kali ditemukan oleh warga, jasad korban berada dalam posisi telungkup. Pada bagian wajah dan kepala korban terdapat sejumlah luka terbuka yang terus mengeluarkan darah. 

Petugas Satreskrim Polres Pekalongan bersama Polsek Bojong yang tiba di lokasi langsung menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi. 

Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Fauzi Surya Chandra mengataka, jasad korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD setempat untuk menjalani proses otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. 

"Petugas sudah melakukan olah TKP awal dan mengamankan beberapa barang bukti di sekitar lokasi penemuan jasad. Saat ini jenazah dibawa ke kamar jenazah untuk otopsi. Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif Satreskrim Polres Pekalongan dan Polsek Bojong," ujarnya.

Dari hasil penyisiran di sekitar lokasi penemuan jasad, petugas menemukan barang bukti berupa sebongkah batu serta sebuah gagang celurit yang diduga kuat berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Dugaan sementara mengarah pada aksi pembunuhan berencana atau penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Kakak korban, Tri Kamto mengungkapkan, pihak keluarga sempat mencari keberadaan korban lantaran hingga siang hari tak kunjung pulang ke rumah usai pamit pergi ke area kolam belut miliknya. "Pamitnya pergi ke kolam belut, tapi sampai siang tidak pulang-pulang,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut