Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai Keriting hingga Daging Ayam Kompak Melejit
Advertisement . Scroll to see content

Peternak Merugi, 15.000 Ayam Dibagikan Gratis di Kendal hingga Jadi Rebutan Warga

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:05:00 WIB
Peternak Merugi, 15.000 Ayam Dibagikan Gratis di Kendal hingga Jadi Rebutan Warga
Ribuan warga berebut 15.000 ekor ayam gratis yang dibagikan peternak di Alun-Alun Kendal, Jawa Tengah, Senin (10/8/2026), sebagai bentuk protes atas tingginya harga pakan dan anjloknya harga telur di tingkat peternak. (Foto: iNews TV/EDDIE PRAYITNO)
Advertisement . Scroll to see content

KENDAL, iNews.id - Pembagian 15.000 ekor ayam gratis di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berlangsung ricuh, Senin (10/8/2026). Ribuan warga yang telah menunggu sejak pagi langsung merangsek begitu kendaraan pengangkut ayam tiba di Alun-Alun Kendal.

Warga saling berdesakan dan berebut untuk mendapatkan ayam yang dibagikan para peternak. Situasi semakin tidak terkendali ketika kerumunan mengepung setiap kendaraan pembawa ayam.

Sejumlah ibu-ibu dan anak-anak bahkan sempat terjepit di tengah kerumunan. Petugas bersama peternak berusaha meminta warga tidak saling berebut, namun sulit membendung ribuan orang yang sudah menunggu.

Beberapa warga bahkan nekat naik ke atas kendaraan pengangkut untuk mengambil ayam langsung dari kandang. Dalam waktu kurang dari setengah jam, sebanyak 15.000 ekor ayam yang disediakan peternak habis direbut warga.

Aksi tersebut bukan sekadar pembagian ayam gratis. Para peternak memilih membagikan ayam karena mengaku semakin terbebani oleh kenaikan harga pakan, sementara harga telur di tingkat peternak terus merosot.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal Suwardi mengatakan kondisi peternak saat ini jauh dari menguntungkan. Harga pakan disebut mengalami kenaikan sekitar 25 persen sehingga biaya produksi terus meningkat.

"Harga pakan sekarang sekitar Rp7.600 per kilogram, sedangkan harga telur hanya Rp19 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram. Dengan kondisi seperti ini peternak terus merugi setiap hari," ujarnya.

Menurut Suwardi, harga telur yang dianggap layak agar peternak mampu menutup biaya produksi sekaligus mendapatkan keuntungan berada di kisaran Rp26.500 per kilogram.

Selisih harga tersebut membuat banyak peternak mulai kesulitan membiayai operasional kandang. Sekitar 70 persen biaya produksi peternakan ayam petelur disebut berasal dari pembelian pakan. Karena itu, penurunan harga pakan menjadi salah satu tuntutan utama para peternak kepada pemerintah.

Selain meminta harga pakan ditekan, peternak mendesak pemerintah memperpanjang program bantuan stabilisasi pakan. Saat ini, bantuan untuk peternak kecil hanya berlangsung selama lima bulan. Sementara peternak menengah menerima bantuan selama dua bulan.

Peternak berharap program tersebut dapat diperpanjang hingga enam bulan agar mampu membantu menekan biaya produksi.

Mereka juga mengusulkan telur dimasukkan dalam cadangan pangan pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menyerap produksi ketika harga telur jatuh sekaligus menjaga kestabilan harga di tingkat peternak.

Peternak turut meminta pemerintah menegakkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017 mengenai hak budi daya. Regulasi tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan dan kesempatan usaha yang lebih adil kepada peternak rakyat di tengah persaingan dengan perusahaan peternakan berskala besar.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang memantau langsung aksi tersebut mengatakan pemerintah daerah memahami kesulitan yang dihadapi para peternak. Menurutnya, sebagian tuntutan peternak berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat sehingga aspirasi tersebut akan segera diteruskan.

"Kami memahami kesulitan para peternak akibat kenaikan harga pakan dan turunnya harga telur. Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat agar segera mendapat perhatian," katanya.

Dukungan juga disampaikan Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq. Dia meminta persoalan peternak tidak dibiarkan berlarut-larut karena berkaitan dengan keberlangsungan ekonomi keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

"Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret. Harga pakan perlu ditekan dan harga telur harus kembali berada pada level yang menguntungkan peternak," ujarnya.

Bagi peternak, aksi membagikan ribuan ayam tersebut menjadi gambaran tekanan yang sedang mereka hadapi akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual telur.

Mereka berharap pemerintah segera mengambil kebijakan untuk menekan harga pakan sekaligus menjaga harga telur agar usaha peternakan rakyat dapat terus bertahan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut