Ratusan Oknum Pesilat Bentrok dengan Warga di Grobogan, 11 Orang Ditangkap
GROBOGAN, iNews.id – Ratusan oknum pesilat terlibat bentrok dengan warga saat melakukan konvoi di Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Minggu (12/7/2026) dini hari.
Akibat bentrokan brutal yang sempat viral di media sosial ini, sebuah sepeda motor milik warga ludes dibakar massa pesilat, sejumlah warung kopi dirusak, dan beberapa ponsel milik warga dijarah.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga, gerombolan oknum pesilat tersebut awalnya melakukan konvoi ugal-ugalan yang memicu ketegangan. Situasi memanas saat mereka mendadak menyerang warung kopi di kawasan Menduran, tempat di mana sejumlah warga tengah bersantai.
"Semua pelanggan yang sedang ngopi langsung kabur menyelamatkan diri untuk cari aman. Karena panik, ponsel mereka tertinggal di atas meja dan langsung dijarah oleh para pesilat itu. Saya sendiri langsung menutup rapat pintu rumah karena takut," ujar Ana, salah seorang pemilik warung kopi di Desa Menduran, Senin (13/7/2026).
Tidak hanya menyasar satu lokasi, ratusan oknum pesilat tersebut juga sempat berbuat onar di warung kucingan (angkringan) lain di sekitar lokasi. Beruntung, aksi brutal tersebut sempat dihalau oleh seorang ibu pemilik warung yang dengan berani mengusir massa hingga akhirnya mereka meninggalkan lokasi.
Warga setempat mengungkapkan, bentrokan ini dipicu oleh aksi provokatif konvoi massa Pagar Nusa yang menyinggung emosi warga. Saat kejadian, sejumlah warga bersama para santri tengah bergotong-royong memasang umbul-umbul di sepanjang jalan masuk desa untuk persiapan kegiatan pengajian Haul di sebuah pondok pesantren setempat.
"Kami sedang memasang umbul-umbul bersama santri-santri lain, tiba-tiba langsung diserang oleh sekelompok anggota pencak silat. Kami terpaksa lari. Apesnya, motor saya yang diparkir di bawah gapura desa tertinggal dan langsung dibakar sampai habis oleh mereka. Saya sudah laporkan ini ke polisi dan meminta ganti rugi," kata Gibran Maulana, salah satu santri yang menjadi korban pembakaran motor.
Melihat tindakan anarkistis gerombolan pesilat yang merangsek masuk ke jalan-jalan desa, ratusan warga Desa Menduran akhirnya keluar rumah dan melakukan perlawanan massal.
Warga mengejar kelompok konvoi tersebut hingga berhasil menangkap 11 oknum anggota Pagar Nusa yang tertinggal, lalu menyerahkannya ke pihak kepolisian.
Ketua Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Cabang Grobogan, Ali Mas’ud, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Namun, dirinya turut menyoroti kinerja aparat kepolisian yang dinilai tidak memberikan pengawalan melekat saat ribuan anggotanya melakukan konvoi usai menghadiri acara pengesahan anggota baru di Putatsari, Kecamatan Grobogan.
Merespons penangkapan anggotanya, sejumlah pengurus Pagar Nusa Grobogan mendatangi Gedung Satreskrim Polres Grobogan guna memohon dispensasi dan meminta agar polisi membebaskan 11 anggota mereka yang saat ini ditahan.
Kasus bentrokan massal dan perusakan fasilitas warga tersebut masih ditangani dan diselidiki secara intensif oleh Satreskrim Polres Grobogan.
Editor: Kastolani Marzuki