Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ungkap Pnyebab Gempa 6,8 di Tahuna Sulut
Advertisement . Scroll to see content

Sebagian Wilayah Jateng Selatan Masuk Musim Pancaroba, Waspada Puting Beliung

Rabu, 03 Maret 2021 - 07:56:00 WIB
Sebagian Wilayah Jateng Selatan Masuk Musim Pancaroba, Waspada Puting Beliung
Petugas BPBD, TNI-Polri dibantu warga membersihkan puing-puing rumah yang diterjang puting beliung di Desa Karangsono, Demak. (iNews/Sukmawijaya)
Advertisement . Scroll to see content

PURWOKERTO, iNews.id - Sebagian wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan diprakirakan telah memasuki musim pancaroba atau transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Prakiraan itu disampaikan Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Taruna Mona Rachman.

"Kita sekarang sudah memasuki masa pancaroba. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada karena masa transisi (pancaroba) biasanya sering terjadi angin kencang dan puting beliung," kata Taruna, Selasa (2/3/2021).

Menurut dia, masyarakat awam bisa mengenali tanda-tanda akan terjadinya angin puting beliung yang biasa terjadi pada sore hari. Dalam hal ini, kata dia, udara pada siang hari terasa sangat panas menyengat dan menjelang sore terlihat gumpalan awan berwarna hitam.

"Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena biasanya akan terjadi puting beliung ataupun angin kencang. Jadi, puting beliung dan angin kencang ini biasanya sering terjadi pada masa peralihan," katanya.

Menurut dia, pada masa transisi atau pancaroba biasanya juga banyak terjadi sambaran petir, sehingga masyarakat harus tetap waspada. Lebih lanjut, Taruna mengatakan prakiraan awal musim kemarau untuk wilayah Jawa Tengah berbeda-beda karena tergantung lokasinya.

"Untuk wilayah pegunungan tengah Jateng diprakirakan sampai bulan Mei-Juni masih berpotensi terjadi hujan lebat. Sementara di wilayah selatan seperti Cilacap dan Kebumen curah hujannya pada akhir bulan Maret hingga April mulai berkurang, karena karakter wilayah berpengaruh terhadap curah hujannya," ujarnya.

Dia memprakirakan pada musim kemarau di wilayah Jawa Tengah masih tetap terjadi hujan karena fenomena La Nina masih akan berlangsung hingga bulan Juni meskipun pengaruhnya kecil. 

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut