Seru! Siswa Baru SMP di Semarang Berebut Bangku Terdepan saat MPLS
SEMARANG, iNews.id - Siswa baruSekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Semarangberebut bangku sekolah favorit saat gembok ruang kelas dibuka pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). Bangku paling depan dan belakang menjadi incaran para pelajar kelas VII.
Suasana meriah terlihat di depan ruang kelas VII A saat hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Begitu Kepala SMPN 11 Semarang Mulyadi membuka gembok pintu kelas secara simbolis, para siswa langsung bergegas masuk dan memilih tempat duduk yang diinginkan.
Sebagian siswa mengincar bangku paling depan agar lebih mudah mengikuti pelajaran. Sementara siswa lainnya memilih duduk di barisan belakang bersama teman barunya.
Pembukaan gembok kelas menjadi simbol dimulainya MPLS di SMPN 11 Semarang. Mereka sebelumnya mengikuti upacara penyambutan siswa baru.
Dalam upacara tersebut, kepala sekolah menyematkan tanda nama kepada perwakilan siswa kelas VII. Tahun ini, siswa baru di sekolah tersebut terbagi dalam delapan kelas.
Kepala SMPN 11 Semarang Mulyadi mengatakan, antusiasme siswa dan orang tua sudah terlihat sejak pagi. Sejumlah siswa bahkan datang lebih awal agar bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mendapatkan bangku favorit.
“Alhamdulillah hari ini anak-anak masuk pertama kali, khususnya siswa kelas VII yang mengikuti MPLS selama seminggu,” ujarnya.
“Antusiasme anak-anak luar biasa. Sejak pukul 6 pagi anak-anak bersama orang tua sudah berdatangan ke sekolah,” katanya lagi.
Salah satu siswa, Kayza Kamil, mengaku berangkat sejak pagi setelah mempersiapkan berbagai kebutuhan MPLS. Dia sengaja datang lebih awal agar bisa duduk di bangku depan.
“Asyik, seru hari pertama sekolah karena bisa bertemu teman baru. Tadi berangkat pagi agar bisa dapat bangku di depan,” katanya.
Dalam menyambut tahun ajaran baru, pihak sekolah turut menerapkan budaya 6S. Salah satu kegiatannya berupa “sensor” atau pemeriksaan kerapian siswa sebelum mengikuti pembelajaran.
Guru memeriksa sejumlah aspek penampilan siswa, seperti kerapian rambut dan kebersihan kuku. Program tersebut diterapkan untuk membentuk kedisiplinan sejak siswa memasuki lingkungan sekolah.
Rangkaian MPLS juga diisi dengan pengenalan lingkungan, aturan, budaya, serta kewajiban siswa selama belajar di SMPN 11 Semarang. Sekolah berharap kegiatan tersebut dapat membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru. Selain itu, MPLS diarahkan untuk menumbuhkan karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa.
Editor: Donald Karouw