Sumur Mengering Dampak Kemarau, Warga 4 Desa di Banjarnegara Berebut Air Bersih
BANJARNEGARA, iNews.id – Krisis air bersih akibat musim kemarau mulai melanda Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kondisi itu memaksa warga rela mengantre panjang hingga saling berebut saat truk tangki bantuan air bersih tiba di pemukiman mereka.
Pemandangan tersebut salah satunya terlihat di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Senin (6/7/2026). Begitu armada tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) datang, warga yang didominasi emak-emak langsung menyerbu dengan membawa jerigen dan ember kosong.
Warga mengaku penderitaan akibat sulitnya mendapatkan air bersih ini sudah berlangsung selama dua bulan terakhir. Guna menyiasati kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus), warga terpaksa berjalan kaki sejauh 1 kilometer ke sungai terdekat.
"Sumur di rumah sudah kering sama sekali sejak dua bulan lalu. Kalau untuk mandi terpaksa ke sungai walau airnya kotor. Makanya pas ada bantuan air bersih ini kami langsung berebut karena kalau tidak antre bisa tidak kebagian," ujar Muhammad Ali, salah seorang warga setempat.
Berdasarkan data berkala dari BPBD Kabupaten Banjarnegara, dampak kekeringan tahun ini kian meluas. Hingga saat ini, tercatat sudah ada empat desa yang masuk dalam zona darurat kekeringan dengan jumlah keluarga terdampak 801 Kepala Keluarga (KK) atau 2.735 jiwa.
Mengingat prediksi musim kemarau yang masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, BPBD Banjarnegara berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan air bersih secara bergiliran ke wilayah-wilayah terdampak.
Warga sangat berharap pasokan bantuan armada tangki air bersih ini bisa dikirim secara rutin dan berkelanjutan agar mereka tidak terus-menerus menggunakan air sungai yang tidak higienis.
Editor: Kastolani Marzuki