Temuan Mortir Gegerkan Karyawan dan Pengunjung Resto Semarang, Tim Jibom Turun Tangan
SEMARANG, iNews.id – Karyawan dan pengunjung restoran bakmi di Kawasan Jalan Setiabudi, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan mortir dan peluru.
Granat mortir dan satu peluru artileri berukuran besar yang diduga masih aktif ditemukan tergeletak di area taman samping parkiran restoran, Jumat (14/8/2026).
Temuan benda berbahaya peninggalan masa lalu tersebut langsung dilaporkan ke Mapolsek Banyumanik dan ditindaklanjuti oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jateng.
Benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan oleh Syaifudin, seorang pekerja harian lepas di Restoran Nudel Bar. Saat kejadian, saksi tengah membersihkan serakan daun kering di area parkir kendaraan.
Saat menyapu area taman tepat di samping parkiran, pandangan Syaifudin tertuju pada benda logam berbentuk bulat memanjang yang dilapisi karat tebal. Karena curiga dengan bentuknya yang menyerupai amunisi militer, ia bersama saksi lain, Jumini, melaporkan temuan itu ke pihak kepolisian.
Kapolsek Banyumanik Semarang, Kompol Hengky Prasetyo mengonfirmasi adanya laporan temuan dua amunisi militer berukuran cukup besar tersebut.
"Petugas kebersihan resto menemukan dua buah benda diduga amunisi militer. Satu berukuran 14 inci atau sekitar 35 sentimeter dan satu lagi berukuran 6 inci atau sekitar 14 sentimeter dalam kondisi berkarat dan terindikasi masih aktif," kata Kompol Hengky Prasetyo.
Menerima laporan warga, Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Jateng dipimpin Dantim Ipda Sanyoto langsung menerjunkan personel lengkap ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan pensterilan area.
Aparat gabungan dari Polsek dan Koramil Banyumanik dipasangi garis polisi guna menjauhkan warga dari lokasi penemuan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Setelah dilakukan penanganan awal secara terukur, Tim Jibom berhasil memindahkan serta mengamankan barang bukti berupa satu granat mortir dan satu peluru artileri tersebut.
Dua benda peledak aktif itu kemudian dievakuasi menuju kawasan aman di daerah Gedawang, Banyumanik, untuk segera dilakukan proses pemusnahan (disposal) atau peledakan terkontrol oleh tim ahli.
Editor: Kastolani Marzuki