Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ubur-Ubur Langka di Pulau Kakaban Hilang, Sandiaga Uno: Danaunya Ditutup untuk Pemulihan
Advertisement . Scroll to see content

Ubur-Ubur Melimpah di Laut Selatan Cilacap, Nelayan Raup Rezeki di Tengah Paceklik Ikan

Sabtu, 19 September 2026 - 02:10:00 WIB
Ubur-Ubur Melimpah di Laut Selatan Cilacap, Nelayan Raup Rezeki di Tengah Paceklik Ikan
Laut Selatan Cilacap, Jawa Tengah, kini dipenuhi ubur-ubur yang menjadi sumber penghasilan baru bagi ribuan nelayan. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

CILACAP, iNews.id - Laut Selatan Cilacap, Jawa Tengah, kini dipenuhi ubur-ubur yang menjadi sumber penghasilan baru bagi ribuan nelayan. Melimpahnya hasil tangkapan membuat nelayan beralih memburu ubur-ubur saat hasil tangkapan ikan menurun akibat cuaca buruk.

Hampir setiap hari, perahu nelayan pencari ubur-ubur memenuhi kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Aktivitas bongkar muat berlangsung sejak pagi hingga sore. 

Bahkan, nelayan harus bergantian menurunkan hasil tangkapan karena tempat penampungan tidak mampu menampung seluruh ubur-ubur sekaligus.

Nelayan berburu ubur-ubur di Perairan Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: iNews).
Nelayan berburu ubur-ubur di Perairan Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: iNews).

Melimpahnya tangkapan membuat nelayan menyiapkan tempat penampungan tambahan. Ratusan kolam sementara dibuat menggunakan terpal untuk menampung ubur-ubur sebelum dibawa ke pengepul.

Musim ubur-ubur ini dimanfaatkan nelayan sebagai sumber pemasukan di tengah minimnya hasil tangkapan ikan. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat aktivitas menangkap ikan tidak maksimal sehingga nelayan memilih mencari komoditas yang sedang melimpah tersebut.

Di tingkat nelayan, ubur-ubur dihargai sekitar Rp800 hingga Rp1.000 per kilogram. Hasil tangkapan kemudian diserahkan kepada pengepul sebelum diteruskan ke perusahaan yang bergerak di bidang ekspor.

Nilai jualnya meningkat cukup tinggi setelah berada di tingkat eksportir. Harga ubur-ubur dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

"Di perairan Cilacap ini kurang lebih 500 perahu, terus untuk tangkapan kurang lebih ada 1 ton per kapal. Untuk total ubur-ubur ada 500 ton setiap hari," kata Salah seorang nelayan, Bakri di lokasi, Jumat (18/9/2026).

Sebagian besar komoditas tersebut selanjutnya dikirim ke luar negeri, terutama China dan Vietnam. Dalam kondisi tangkapan melimpah, satu perahu nelayan bahkan mampu membawa lebih dari satu ton ubur-ubur dalam sehari.

Menurutnya, musim ubur-ubur menjadi peluang bagi nelayan untuk tetap mendapatkan penghasilan ketika hasil tangkapan ikan sedang berkurang.

Musim panen ubur-ubur diperkirakan masih berlangsung sekitar satu bulan ke depan. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi nelayan Cilacap untuk mempertahankan pendapatan dengan memanfaatkan melimpahnya ubur-ubur di perairan selatan.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut