Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tiket Kereta Cepat Whoosh Habis Terus? 5 Cara Dapat Kursi di Tanggal yang Kamu Mau
Advertisement . Scroll to see content

Viral Batu Kandung Kemih 2 Kg, Mengapa Kurang Minum dan Menahan Kencing Berakibat Fatal?

Senin, 13 Juli 2026 - 16:31:00 WIB
Viral Batu Kandung Kemih 2 Kg, Mengapa Kurang Minum dan Menahan Kencing Berakibat Fatal?
Kasus langka batu kandung kemih seberat 2,1 kilogram. (Foto: dok RS JIH Purwokerto)
Advertisement . Scroll to see content

PURWOKERTO, iNews.id - Baru-baru ini, sebuah jurnal medis internasional melaporkan kasus langka seorang pria berusia 32 tahun yang memiliki batu kandung kemih seberat 2,1 kilogram akibat infeksi kronis dan dehidrasi. Meski kasus ini terjadi di luar negeri, tim dokter dari Rumah Sakit JIH Purwokerto mengingatkan bahwa faktor risikonya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pria tersebut harus menjalani operasi besar untuk mengeluarkan batu kandung kemih tunggal berukuran 15 x 15 cm dengan berat fantastis, yaitu 2.150 gram (2,1 kg). Ukuran ini tercatat sebagai salah satu batu kandung kemih terbesar yang pernah ditemukan di dunia.

Namun, yang paling memprihatinkan, pasien muda ini harus kehilangan fungsi ginjalnya secara permanen (gagal ginjal ireversibel) akibat sumbatan batu raksasa tersebut. Bagaimana hal ekstrem tersebut bisa terjadi pada pria yang masih berusia produktif?

Kronologi Kasus: Berawal dari Dehidrasi dan Infeksi

Berdasarkan dokumen medisnya, pria muda ini merupakan seorang tahanan di sebuah fasilitas pemasyarakatan yang berlokasi di daerah dengan cuaca sangat panas. Lingkungan penjara yang terbatas membuatnya kekurangan akses air minum yang bersih dan memadai, sehingga ia mengalami dehidrasi kronis dalam jangka panjang.

Akibat kondisi urine yang terlalu pekat dan kebiasaan tertentu, pasien mulai mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang selama 2 tahun. Sayangnya, karena keterbatasan fasilitas kesehatan di area tersebut, gejalanya sering diabaikan dan terlambat didiagnosis. Lapisan demi lapisan kristal mineral akhirnya menumpuk di kandung kemihnya hingga mengeras menjadi batu raksasa yang menyumbat saluran kemih ke ginjal.

Mengapa Pria Usia Muda Bisa Terkena?

Banyak orang mengira penyakit batu saluran kemih (termasuk batu ginjal dan batu kandung kemih) hanya menyerang orang tua. Faktanya, pria di usia produktif (20-40 tahun) justru memiliki risiko yang sangat tinggi akibat faktor gaya hidup.

Tim dokter dari Rumah Sakit “JIH” Purwokerto menjelaskan ada tiga pemicu utama yang sering disepelekan oleh orang berusia muda:

1. Kurang Minum Air Putih (Dehidrasi Kronis)

Saat tubuh kekurangan cairan, urine akan menjadi sangat pekat. Zat-zat limbah seperti kalsium, oksalat, dan asam urat tidak dapat larut dengan sempurna, lalu saling mengikat membentuk kristal bak pasir yang lambat laun membesar.

2. Kebiasaan Menahan Kencing

Sering menahan buang air kecil membuat urine mengendap lebih lama di kandung kemih. Ini memberikan waktu bagi bakteri untuk berkembang biak (memicu infeksi) dan mempercepat pengendapan batu.

3. Pekerjaan yang Terlalu Banyak Duduk dan Paparan Panas

Orang yang masih berusia produktif, terutama pekerja kantoran (kurang bergerak) atau pekerja lapangan yang terpapar cuaca panas namun kurang minum, memiliki risiko berlipat ganda.

Jangan Abaikan Gejalanya!

Pasien dalam kasus di atas sebenarnya sempat mengeluhkan beberapa gejala selama 2 tahun, yang sayangnya mirip dengan gejala anyang-anyangan biasa. Segera periksakan diri ke Departemen Urologi Rumah Sakit JIH Purwokerto jika Anda atau kerabat mengalami tanda-tanda berikut:

●     Rasa nyeri atau tidak nyaman di perut bagian bawah (bawah pusar) atau pinggang
●     Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil (disuria)
●     Buang air kecil menjadi lebih sering (anyang-anyangan) atau terasa mendesak
●     Urine berwarna keruh, berbau menyengat, atau bahkan bercampur darah (kencing darah)
●     Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas akibat infeksi kronis pada tubuh

Deteksi Dini adalah Kunci Menyelamatkan Ginjal Anda

Kisah tragis pria berusia 32 tahun di atas menjadi alarm keras. Kerusakan ginjal yang dialaminya sebenarnya bisa dicegah total jika batu tersebut dideteksi lebih awal saat ukurannya masih kecil.

Teknologi medis saat ini sudah sangat maju. Di Rumah Sakit “JIH” Purwokerto, tim dokter spesialis urologi kami dapat mendeteksi keberadaan batu saluran kemih dengan cepat, akurat, dan tanpa rasa sakit melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) ginjal dan kandung kemih serta pemeriksaan laboratorium urine. Jika ditemukan sejak dini, penanganannya jauh lebih mudah, bahkan beberapa jenis batu kecil bisa dihancurkan tanpa operasi besar.

Yuk, mulai hari ini cukupi kebutuhan air putih minimal 2 liter per hari, jangan biasakan menahan kencing, dan lakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Ginjal yang sehat adalah investasi masa depan Anda.

Punya Keluhan Seputar Saluran Kemih?

dr. Faridz Albam Wiseso Sp.U. (Foto: dok RS JIH)
dr. Faridz Albam Wiseso Sp.U. (Foto: dok RS JIH Purwokerto)

Jangan tunggu sampai parah. Konsultasikan kesehatan ginjal Anda bersama Tim Dokter Spesialis di Rumah Sakit JIH Purwokerto.

Editor: Rizqa Leony Putri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut