Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Unik! Sungai Brantas Mengering, Jadi Jalan Pintas dan Tempat Wisata Warga
Advertisement . Scroll to see content

Waduk Cengklik Boyolali Surut, Warga Ramai Berburu Senja di Sabana Hijau

Minggu, 08 November 2026 - 06:02:00 WIB
Waduk Cengklik Boyolali Surut, Warga Ramai Berburu Senja di Sabana Hijau
Hamparan rumput hijau di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, muncul akibat surutnya air selama musim kemarau dan menjadi daya tarik Sabana Sunset. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

BOYOLALI, iNews.id - Kemarau panjang membuat volume air Waduk Cengklik di Boyolali, Jawa Tengah, menyusut lebih dari 50 persen. Surutnya air justru memunculkan pemandangan tak biasa berupa hamparan rumput hijau menyerupai sabana yang kini menjadi daya tarik wisata dadakan.

Kawasan yang dikenal dengan sebutan Sabana Sunset tersebut ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hari. Mereka datang untuk bersantai, berfoto, memancing hingga menikmati makanan bersama keluarga sambil menunggu matahari terbenam.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati jalan pematang sawah menggunakan sepeda motor. Setibanya di tepi waduk, mereka disuguhi hamparan daratan luas yang ditumbuhi rerumputan hijau.

Hamparan rumput hijau di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, muncul akibat surutnya air selama musim kemarau dan menjadi daya tarik Sabana Sunset. (Foto: iNews).
Hamparan rumput hijau di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, muncul akibat surutnya air selama musim kemarau dan menjadi daya tarik Sabana Sunset. (Foto: iNews).

Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam dengan latar Gunung Merapi dan Merbabu. Pemandangan inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama Sabana Sunset.

Fenomena sabana dadakan tersebut muncul akibat menyusutnya air Waduk Cengklik selama musim kemarau. Dalam sebulan terakhir, semakin banyak daratan di sekitar waduk yang terbuka dan ditumbuhi rumput hijau.

Waduk yang berada di wilayah Kecamatan Sambi dan Ngemplak tersebut telah mengalami penurunan muka air selama lima bulan terakhir. Saat ini, volume air dilaporkan menyusut lebih dari 50 persen.

Bahkan, sebagian dasar waduk yang mengering mulai dimanfaatkan warga sebagai lahan pertanian. "Sabananya bagus banget," kata Dita, salah satu pengunjung, Jumat (6/11/2026).

Tak hanya warga sekitar, Sabana Sunset juga menarik perhatian pengunjung dari luar daerah. Mereka mengaku penasaran setelah melihat pemandangan Waduk Cengklik yang viral di media sosial.

"Ada sabana, jadi orang-orang pada ke sini. Seru sama spotnya juga bagus," ujar Nanda, pengunjung lainnya.

Ramainya kunjungan wisatawan turut membawa berkah bagi para pedagang di sekitar waduk. Mereka menjajakan berbagai makanan dan minuman untuk melayani pengunjung yang datang menikmati suasana sore.

Fenomena ini menjadi sisi lain dari kemarau panjang. Di tengah menyusutnya volume air waduk, hamparan rumput hijau justru menghadirkan daya tarik wisata baru bagi masyarakat.

Meski demikian, pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta berhati-hati saat beraktivitas di area waduk yang mengering.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut