Wartawan Kaget Dites Urine Usai Jumpa Pers dengan BNN Kendal
KENDAL, iNews.id – Sebanyak 20 wartawan yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), kaget karena mendadak diminta menjalani tes urine, Rabu (27/12/2017) siang.
Para wartawan awalnya diundang untuk konferensi pers mendengarkan pemaparan rencana kerja BNN Kendal tahun 2018. Usai mendengarkan pemaparan Kepala BNN Kabupaten Kendal Jateng Sharline Tjahaja Frimer Ari, para wartawan pun terkejut karena disodori surat pernyataan untuk melakukan tes urine.
Satu per satu wartawan mendapat wadah untuk menampung urine. Wartawan juga dilarang meninggalkan Gedung BNN Kendal sebelum menjalani tes urine.
”Sangat kaget ya. Dalam undangan BNN Kendal, wartawan diminta hadir dalam rangka jumpa pers akhir tahun 2017. Namun, menjelang akhir jumpa pers, tiba-tiba kami ditantang BNN Kendal untuk melakukan tes urine," ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kendal, Agus Umar.
Agus mengaku bersyukur karena meskipun kaget, para wartawan yang hadir menyatakan kesiapan mereka mengikuti tes urine. Hasil tes juga menunjukkan semua negatif narkoba. "Kami harap ke depan, kerja sama wartawan dengan BNN berjalan dengan baik. Teman-teman wartawan juga ikut membantu BNN menyosialisasikan antinarkoba, minimal pada diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan,” papar Agus.
Sementara Kepala BNN Kendal Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sharline Tjahaja Frimer Ari mengatakan, tes urine yang dilaksanakan mendadak sebagai bentuk pencegahan dini kepada wartawan untuk tidak menggunakan narkoba jenis apa pun. Sebagai mitra BNN Kendal untuk menyebarkan informasi bahaya narkoba, dia menilai wartawan juga harus bersih dari narkoba. Hasil tes urine selanjutnya dipaparkan kepada wartawan.
“Kalau kami tidak melakukan tes urine dan ternyata di antara rekan-rekan ada yang pakai narkoba, berarti percuma kami bekerja sama dengan wartawan. Jadi kita bersih di dalam dulu, baru kita ke luar. Dari tes urine yang kami laksanakan untuk rekan-rekan wartawan, hasilnya negatif semua. Tidak ada yang mengonsumsi narkotika,” papar AKBP Sharline Tjahaja Frimer Ari.
Sebelumnya dalam jumpa pers akhir tahun 2017, BNN Kendal, Kepala BNN Kendal memaparkan target pada 2018 mendatang. Sosialisasi dan tes urine masih akan terus dilakukan, termasuk memperbaiki fasilitas rehabilitasi narkoba di instansi pemerintahan.
Editor: Maria Christina