Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Jatim Pastikan Proses Hukum Dijalankan di Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny
Advertisement . Scroll to see content

33 Jenazah Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Belum Teridentifikasi

Rabu, 08 Oktober 2025 - 12:28:00 WIB
33 Jenazah Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Belum Teridentifikasi
Tim DVI Polda Jatim bekerja mengidentifikasi jenazah korban ambruknya Ponpes Al Khoziny di RS Bhayangkara Surabaya. (Foto: Humas Polri)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Sebanyak 33 jenazah masih belum teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, masih terus dilakukan hingga Rabu (8/10/2025).

Sementara itu, 34 jenazah lainnya telah berhasil diidentifikasi dari total 67 kantong jenazah yang diterima tim gabungan. Proses identifikasi dilakukan di RS Bhayangkara Polda Jatim Surabaya dan posko DVI di Sidoarjo.

Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki, mengatakan tim DVI berhasil mengidentifikasi 17 jenazah tambahan pada Selasa (7/10/2025). Dari hasil pemeriksaan, seluruhnya cocok dengan data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga korban.

“Pada Selasa, 7 Oktober 2025, tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 18 kantong jenazah yang terdiri atas 17 jenazah dan 1 body part. 18 kantong jenazah cocok atau match dengan 17 nomor ante mortem,” ujar Khusnan di RS Bhayangkara Surabaya, Rabu (8/10/2025).

Dari total 17 jenazah yang baru teridentifikasi, 13 korban dikenali melalui pemeriksaan DNA dan medis. Kemudian dua korban melalui medis dan properti, satu korban melalui sidik jari dan medis serta satu lainnya menggunakan pencocokan gigi dan medis.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut