Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Beruntun Truk Tabrak Elf di Lamongan, 3 Orang Terluka
Advertisement . Scroll to see content

9 Orang Tewas dalam Sebulan, Warga Pasuruan Blokade Jalan Tuntut Truk Dilarang Melintas

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:37:00 WIB
9 Orang Tewas dalam Sebulan, Warga Pasuruan Blokade Jalan Tuntut Truk Dilarang Melintas
Warga Blokir Jalur Nasional Pasuruan, Tuntut Larangan Truk Besar usai aksi unjuk rasa di Jalan Gatot Subroto, Gadingrejo. (Foto: iNews/Jaka Samudra)
Advertisement . Scroll to see content

PASURUAN, iNews.id - Sejumlah elemen masyarakat Kota Pasuruan, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokade jalur nasional di Kecamatan Gadingrejo, Rabu (17/6/2026) pagi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas maraknya kecelakaan yang melibatkan truk besar di jalur tersebut.

Puluhan warga menutup akses Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo. Massa terdiri atas ormas GM FKPPI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Bukir dan Kelurahan Sebani.

Mereka menuntut Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo segera mengalihkan jalur kendaraan truk besar agar tidak lagi melintas di jalur kota. Sebab dalam sebulan terakhir, telah terjadi enam kali kecelakaan yang melibatkan truk besar dan sepeda motor, dengan total sembilan korban jiwa.

Koordinator aksi, Ayik Suhaya, menyampaikan bahwa masyarakat meminta adanya ketegasan pemerintah daerah dalam mengatur lalu lintas kendaraan berat demi keselamatan warga.

“Salah satu tuntutan elemen masyarakat adalah menuntut adanya ketegasan dari pihak eksekutif untuk segera menerbitkan instruksi tertulis, agar truk besar atau armada ekspedisi dari arah Surabaya-Probolinggo atau sebaliknya dialihkan sepenuhnya menuju akses pintu tol terdekat dan tidak melintas di jalur Kota Pasuruan demi keselamatan publik, terutama warga Kota Pasuruan,” ujar Ayik Suhaya.

 Selain berorasi, massa juga menggelar doa bersama dan tahlil di tengah jalan untuk mendoakan para korban kecelakaan di jalur tersebut. Aksi berlangsung sekitar satu jam dan menyebabkan arus lalu lintas dari arah Surabaya–Probolinggo maupun sebaliknya mengalami kemacetan hingga satu kilometer.

Jalur nasional di kawasan tersebut diketahui merupakan jalur alternatif akibat adanya perbaikan jembatan Sungai Bok Wedi di wilayah Bugul Kidul. Kondisi itu membuat arus kendaraan berat maupun pribadi dialihkan melewati Jalan Gatot Subroto yang kini menjadi titik rawan kemacetan dan kecelakaan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut