Banjir Bandang Terjang Dusun Bendo di Ponorogo
PONOROGO, iNews.id – Banjir bandang melanda Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (3/1/2018) dini hari tadi. Air bah itu mendadak mengalir deras dari lereng bukit dan menerobos ke permukiman warga.
Kejadian mendadak ini sontak membuat warga panik. Mereka langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Beberapa warga bahkan terlihat lari pontang-panting menyelamatkan barang-barang berharga. Sementara sejumlah warga lainnya memilih lari, tak memedulikan harta-bendanya. Mereka khawatir, banjir bandang semakin besar dan menyapu semua yang ada.
Detik-detik kepanikan warga saat banjir datang ini terekam kamera amatir milik warga. Tampak para ibu dan orang tua berlari menerjang banjir yang sudah setinggi sekitar 50 sentimeter. Sementara beberapa warga lainnyaberteriak meminta warga lain keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Wes benno wae ndang podo mlayu. Ra usah mikirne barange. Seng penting wonge slamet (Sudah biarkan saja. Tidak perlu memikirkan harta-benda. Yang penting orangnya selama,” teriak beberapa orang warga seperti terekam dalam video amatir tersebut.
Sementara itu para orang tua, utamanya ibu-ibu hanya bisa menangis. Perasaan mereka campur aduk antara ingin menyelamatkan harta benda dan menyelamatkan diri. Namun, arahan perangkat desa untuk mengungsi akhirnya mereka ikuti. Mereka pergi tempat lebih tinggi dan meninggalkan barang-barang berharga milik mereka.
“Banjirnya cepat sekali. Semua panik dan menangis. Tadinya mau mengungsi sambil membawa barang-barang berharga. Tetapi tidak muat. Akhirnya ditinggal. Sehingga banyak barang berharga yang hanyut
terbawa arus,” ujar Abdul Gunawan, salah seorang warga Dusun Bendo yang ikut menjadi korban banjir bandang itu.
Sementara itu, berdasarkan keterangan petugas kepolisian, ada 92 warga yang terpaksa mengungsi akibat banjir bandang ini. Mereka dievakuasi ke musala, balai dusun dan rumah-rumah warga yang posisinya jauh dari lokasi banjir. Sesuai arahan petugas, mereka harus tinggal sementara waktu di lokasi pengungsian hingga situasi benar-benar aman.
Informasi yang dihimpun, banjir bandang terjadi karena sungai yang melintas di dusun tersebut tertutup material proyek pengerjaan jalan. Akibatnya aliran air hujan dari lereng perbukitan tidak mampu ditampung dan meluber ke permukiman penduduk.
Editor: Himas Puspito Putra