Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, 2 Pengunjung Hilang dan 21 Orang Dievakuasi
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Lahar Semeru Terjang Perbatasan Malang-Lumajang, Tanggul Jebol dan Penambang Pasir Kabur

Senin, 02 November 2026 - 16:59:00 WIB
Banjir Lahar Semeru Terjang Perbatasan Malang-Lumajang, Tanggul Jebol dan Penambang Pasir Kabur
Banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang aliran Sungai Curah Kobokan di perbatasan Malang-Lumajang hingga membuat penambang pasir menghentikan aktivitas. (Foto: Tangkapan layar CCTV).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Banjir lahar dingin menerjang sejumlah aliran sungai di kawasan Gunung Semeru, perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026) pagi. Derasnya aliran material vulkanik yang terbawa air hujan membuat tanggul di dekat permukiman warga jebol hingga aktivitas penambangan pasir terpaksa dihentikan.

Banjir lahar terjadi setelah hujan dengan intensitas rendah hingga lebat mengguyur kawasan Gunung Semeru sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin pagi. Sejumlah titik terdampak berada di Besuk Kobokan, Besuk Lengkong, hingga Kali Glidik yang melintasi perbatasan Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, dan Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Besarnya aliran lahar membuat aktivitas penambangan pasir di Sungai Curah Kobokan dihentikan. Bahkan, tanggul plengsengan di dekat permukiman warga Dusun Pasirejo, Desa Pururejo, Kecamatan Tempursari, Lumajang, yang berbatasan dengan Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Malang, jebol akibat tergerus derasnya aliran lahar.

Peningkatan debit aliran juga terpantau melalui kamera pengawas (CCTV) Badan Geologi Kementerian ESDM di kawasan Curah Kobokan dan Jembatan Gladak Perak. Sejak pukul 07.40 WIB, Senin pagi, aliran air yang membawa material vulkanik terlihat meningkat signifikan.

Rekaman CCTV memperlihatkan sejumlah penambang pasir dan petugas pemantau Sungai Curah Kobokan berlarian meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agastya Rajendra, mengatakan hujan dengan intensitas bervariasi mengguyur kawasan Gunung Semeru selama periode pemantauan sejak Minggu malam hingga Senin pagi.

"Pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, alat pemantauan merekam getaran banjir selama 6 jam dengan amplitudo maksimum 65 mm. Gunung Semeru masih berstatus level III (siaga)," kata Agastya Rajendra, dalam keterangannya.

Dia mengingatkan masyarakat terhadap ancaman material vulkanik yang terbawa aliran air hujan dan dapat memicu banjir lahar dingin. Ancaman tersebut terutama mengintai sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru, yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.

"Penambang pasir dan masyarakat di aliran sungai yang berpotensi dilalui lahar diimbau segera menghentikan aktivitas dan menjauh dari alur serta bantaran sungai menuju tempat aman," ucapnya.

PVMBG juga meminta masyarakat mematuhi zona larangan aktivitas di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Hal ini untuk mengantisipasi potensi perluasan dampak awan panas dan lahar dingin.

"Masyarakat diminta mematuhi zona larangan aktivitas, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, area hingga 500 meter dari tepi sungai harus dikosongkan dari aktivitas karena potensi perluasan awan panas dan lahar hingga 17 kilometer dari puncak," katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut