Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buaya Hitam 3 Meter Terjerat Jaring di Kendari, Warga Gelar Ritual Adat Tolak Bala
Advertisement . Scroll to see content

Bikin Resah! Buaya Muara Kerap Ikuti Perahu di Sungai Bluru Kidul Sidoarjo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:04:00 WIB
Bikin Resah! Buaya Muara Kerap Ikuti Perahu di Sungai Bluru Kidul Sidoarjo
Warga Dusun Rangkah Lor, Desa Bluru Kidul, Kabupaten Sidoarjo dibuat resah dengan kemunculan buaya muara berukuran besar. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.id – Warga Dusun Rangkah Lor, Desa Bluru Kidul, Kabupaten Sidoarjo dibuat resah dengan kemunculan buaya muara berukuran besar. Hewan reptile buas itu kerap muncul ke permukaan sungai diduga akibat terik panas musim kemarau dan menyusutnya debit air. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, reptil berdarah dingin dengan panjang mencapai sekitar 4 meter tersebut mulai sering menampakkan diri sejak awal Agustus 2026.

Kemunculan buaya-buaya dewasa ini umumnya terjadi pada pagi dan sore hari. Satwa pemangsa tersebut kerap naik ke daratan tepi sungai untuk berjemur di area daratan lumpur yang tak jauh dari lalu lintas perahu nelayan setempat. 

Kendati sejauh ini belum ada laporan kasus penyerangan maupun korban jiwa, warga yang sehari-hari bergantung pada perahu sebagai moda transportasi mulai diselimuti rasa cemas. 

Keresahan kian memuncak karena buaya tersebut kerap bergerak reaktif saat ada perahu warga yang melintas. Tidak jarang, buaya muara itu tampak membuntut dan mengikuti arah pergerakan perahu dari belakang. 

Warga Rangkah Lor, Hidayat menuturkan, posisi kemunculan buaya sangat dekat dengan alur aktivitas harian warga.

"Lokasinya gak jauh dari permukiman, sekitar 10 menit perjalanan perahu. Posisi buayanya sering diam di pinggir daratan lumpur. Kalau ada perahu lewat, dia suka bergerak dan membuntut," ujar Hidayat, Kamis (13/8/2026).

Meskipun ancaman keberadaan buaya dewasa tersebut telah dilaporkan oleh warga ke perangkat desa setempat, hingga kini belum ada tindakan penanganan khusus maupun upaya evakuasi dari instansi terkait. 

Guna menghindari potensi bahaya penyerangan, warga sekitar kini hanya bisa mengandalkan sikap waspada dan berusaha menjauh dari tepi sungai apabila mengetahui adanya pergerakan buaya di sekitar mereka.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut