Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jelajah Jejak Kehidupan Prasejarah di Gua Pawon Bandung Barat
Advertisement . Scroll to see content

Jejak Kehidupan Masa Lampau Ditemukan di Hutan Nganjuk, Fragmen Tulang hingga Mata Panah

Jumat, 04 September 2026 - 04:06:00 WIB
Jejak Kehidupan Masa Lampau Ditemukan di Hutan Nganjuk, Fragmen Tulang hingga Mata Panah
Hutan Tritik di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menyimpan sejumlah penemuan yang menarik perhatian pegiat sejarah dan ekologi. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

NGANJUK, iNews.id - Hutan Tritik di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menyimpan sejumlah penemuan yang menarik perhatian pegiat sejarah dan ekologi. Dalam penelusuran terbaru, Komunitas Pencinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kotasejuk) menemukan fosil kayu, fragmen tulang hingga benda yang diduga mata panah dari kalsedon.

Penemuan tersebut didapat saat delapan anggota Kotasejuk melakukan observasi di kawasan Hutan Tritik pada Rabu (2/9/2026). Mereka menyusuri area sungai dan daratan untuk mencari serta mendokumentasikan berbagai objek yang memiliki nilai paleontologi dan arkeologi.

Salah satu penemuan yang menarik berada di kawasan sungai berupa beberapa fosil kayu. Kondisinya dinilai cukup baik karena berada di lingkungan yang relatif stabil.

Ketua Kotasejuk Amin Fuadi mengatakan, kondisi lingkungan tersebut turut menjaga keberadaan fosil kayu yang ditemukan tim.

“Di lokasi sungai kami menemukan beberapa fosil kayu yang cukup bagus kondisinya. Lingkungannya relatif stabil sehingga proses oksidasi tidak terlalu besar dan mineralisasi masih berlangsung,” kata Amin dikutip dari iNews Sidoarjo.

Penyisiran di sekitar lokasi juga menghasilkan sejumlah pecahan tulang yang diduga merupakan bagian tubuh hewan vertebrata. Namun, Kotasejuk belum dapat memastikan jenis hewan tersebut karena material yang ditemukan tidak dalam kondisi utuh.

“Selain fosil kayu, kami juga menemukan beberapa fragmen tulang yang diduga berasal dari hewan vertebrata. Untuk jenisnya masih perlu penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Di kawasan tersebut, tim juga menjumpai batu yang bentuknya menyerupai kapak perimbas. Temuan ini belum langsung dikategorikan sebagai artefak karena masih terbuka kemungkinan batu tersebut terbentuk secara alami.

“Ada batu yang bentuknya seperti kapak perimbas, tetapi kami belum bisa memastikan itu artefak. Bisa saja hanya batu atau material sedimen yang kebetulan memiliki bentuk menyerupai kapak,” ucapnya.

Sementara itu, objek yang diduga lebih berkaitan dengan aktivitas manusia masa lampau ditemukan di area daratan. Tim mendapati benda berbahan kalsedon dengan panjang sekitar 15 sentimeter yang diduga merupakan mata panah.

Benda tersebut kini telah diamankan di museum agar dapat diperiksa lebih lanjut. “Di titik daratan kami menemukan benda yang diduga mata panah dari bahan kalsedon dengan panjang sekitar 15 sentimeter. Temuan itu kami amankan di museum agar bisa diteliti lebih lanjut,” katanya.

Kotasejuk mengingatkan, penemuan di Hutan Tritik tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai keberadaan maupun usia aktivitas manusia pada masa lampau. Setiap objek masih membutuhkan kajian untuk mengetahui asal-usul, usia, dan konteks keberadaannya.

“Temuan-temuan ini belum bisa langsung disimpulkan. Kami perlu penelitian lebih lanjut supaya identitas, usia, dan konteks temuannya dapat diketahui secara lebih tepat,” ucapnya.

Seluruh hasil observasi tersebut kemudian didokumentasikan sebagai bahan kajian awal. Kotasejuk berharap penelitian lanjutan dapat mengungkap lebih jelas potensi sejarah, arkeologi, dan paleontologi yang tersimpan di kawasan Hutan Tritik.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut