Karhutla Semeru, Relawan Temukan Tulang Belulang Kijang dan Jejak Macan Tutul
LUMAJANG, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Semeru tak hanya menghanguskan vegetasi tanaman dan sabana, namun juga merusak ekosistem satwa dilindungi. Dalam proses pemadaman pada Selasa (1/9/2026), relawan menemukan tulang belulang kijang serta jejak kaki macan tutul di lokasi bekas terbakar.
Kondisi memprihatinkan tersebut ditemukan tim relawan gabungan saat menyisir area Blok Oro-Oro Ombo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Di antara sisa-sisa abu tanaman Verbena brasiliensis yang hangus dilalap si jago merah, relawan mendapati kerangka dan tulang belulang seekor kijang. Satwa dilindungi tersebut diduga kuat terjebak di tengah kepungan api yang membesar sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.
Selain kerangka kijang, petugas dan relawan pemadam juga mendapati jejak kaki yang mengindikasikan keberadaan macan tutul di sekitar sisa puing kebakaran. Namun, hingga kini tidak ditemukan bangkai maupun keberadaan fisik dari macan tutul tersebut.
Pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengonfirmasi bahwa dampak karhutla kali ini telah merusak habitat alami sejumlah satwa langka yang dilindungi, seperti kijang, teledu (luwak tanah), hingga macan tutul jawa.
"Kebakaran ini berdampak langsung pada kerusakan habitat satwa dilindungi di kawasan TNBTS. Kami terus memantau pergerakan satwa yang melarikan diri dari area terdampak," ujar Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Bambang Suriyono, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan data penanganan terbaru dari Balai Besar TNBTS, total luasan hutan dan lahan yang hangus terbakar di lereng Gunung Semeru kini telah mencapai lebih dari 600 hektare.
Angka kerusakan tersebut diperkirakan masih bertambah mengingat sejumlah titik api di medan curam belum dapat sepenuhnya dipadamkan dan dikendalikan.
Petugas gabungan bersama relawan terus berupaya membuat sekat bakar demi melokalisasi kobaran api agar tidak semakin meluas ke area hutan lindung lainnya.
Editor: Kastolani Marzuki