Kekuatan Birokrasi Akan Jadi Rebutan di Pilgub Jatim
SURABAYA, iNews.id – Aparatur sipil negara (ASN) diprediksi menjadi komoditas politik pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Para calon gubernur dan wakil gubernur akan memanfaatkan potensi mereka untuk mendulang suara.
Pengamat politik Universitas Trunojoyo Surrochim Abdul Salam mengatakan kemungkinan dijadikannya ASN sebagai komoditas politik itu mengingat birokrasi masih menjadi kekuatan efektif untuk memobilisasi massa. Terutama di beberapa wilayah yang patron pemerintahannya cukup kuat. Di antaranya kawasan Madura dan Tapal Kuda.
“Di beberapa wilayah itu, aparat pemerintah masih menjadi rujukan. Sehingga siapa pun pilihan mereka, masyarakat akan ikut. Bahkan di beberapa daerah, peran kepala desa sangat dominan untuk menentukan pilihan masyarakat,” katanya kepada iNews.id, Minggu (10/12/2017).
Karena itu, Surrochim memprediksi, birokrasi akan menjadi rebutan pada Pilgub Jatim nanti. Potensi itu muncul mengingat kekuatan calon (Saifullah Yusuf dan Khofifah) hampir berimbang. Keduanya sama-sama kompetitif, dengan selisih yang tidak sampai 5%.
“Maka, ini (birokrasi) harus diawasi betul. Terutama di wilayah Madura dan Tapal Kuda. Di tempat ini, birokrasi bisa memengaruhi hasil pemilu,” beber Surrochim.
Pada posisi ini incumbent, lanjut Surrochim sangat diuntungkan. Hal ini karena komunikasi terjalin cukup intens. Sehingga relasi terjaga dengan baik. “Gus Ipul pasti diuntungkan. Sebab bagaimana pun juga dia sudah dua periode menjadi wakil gubernur dan dekat dengan Pak Dhe (Gubernur Jatim Soekarwo),” tuturnya.
Kendati demikian, pilihan Partai Demokrat kepada Khofifah juga bisa menjadi persoalan bagi Gus Ipul. Sebab, dia tidak akan bisa leluasa memanfaatkan mesin birokrasi.
“Sekalipun Soekarwo dekat dengan Gus Ipul, sulit rasanya bagi Soekarwo untuk membantu. Sebab, induk partainya beda pilihan,”katanya.
Karena itu, kekuatan justru bisa berbalik pada Khofifah. Sebab, sekalipun bukan incumbent, dia mendapat dukungan dari induk partai yang dinaungi Soekarwo.
“Soekarwo masih punya pengaruh kuat. Terutama di wilayah Mataraman. Siapa yang didukung Pak Dhe (Soekarwo) pasti suara terangkat,” tandasnya.
Editor: Kastolani Marzuki