Keracunan Usai Santap Menu MBG, Puluhan Siswa SMP di Mojokerto Dilarikan ke Puskesmas
MOJOKERTO, iNews.id - Puluhan siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dilarikan ke Puskesmas Gayaman setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Para siswa mengeluhkan mual, diare dan lemas setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Selasa.
Hingga kini, penyebab keluhan tersebut masih didalami. Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat sedikitnya 40 siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.
Para siswa mendapat penanganan medis di Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Petugas memberikan obat dan memasang infus kepada siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Karena jumlah siswa yang datang cukup banyak, sebagian pasien harus dirawat di sejumlah ruangan hingga aula puskesmas. Sejumlah siswa mengaku mulai mengalami keluhan sejak Selasa (6/10/2026) malam dan kondisi tersebut berlanjut hingga berada di sekolah.
Salah seorang siswa mengaku mengalami diare dan harus berulang kali ke kamar mandi. Dia juga menyebut, rasa ayam dan bumbu pada menu MBG yang disantap pada Selasa terasa tidak seperti biasanya.
"Ayamnya itu pahit. Itu MBG kemarin," ujar Aca, salah seorang siswa, Rabu (7/10/2026).
Orang tua siswa juga berdatangan ke Puskesmas Gayaman untuk memastikan kondisi anak mereka. Mereka mendapat informasi bahwa menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya berupa ayam dan bumbu kacang.
"Saya datang karena anak saya mengalami keluhan setelah makan MBG ayam kemarin, menu ayam sama bumbu kacang," kata Ibu Ayu, orang tua siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dian Anggraini mengatakan, belum dapat memastikan keluhan yang dialami para siswa disebabkan oleh menu MBG. Dari sekitar 1.500 penerima manfaat di SMP Negeri 1 Mojoanyar, data sementara menunjukkan 40 siswa mengalami gejala.
"Ini baru dugaan ya, kalau kita penerima manfaat ada 1.500 orang," kata Dian.
Sebagian siswa yang menjalani pemeriksaan telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih mendapatkan perawatan di Puskesmas Gayaman. Petugas kesehatan masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa.
Editor: Kurnia Illahi