Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapal Virgo Transport 8 Hilang di Laut Jawa, 140 Orang Masih Dicari 1 Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Khofifah Minta BBWS Bengawan Solo Perbaiki Tanggul Jebol di Madiun

Kamis, 07 Maret 2019 - 18:36:00 WIB
Khofifah Minta BBWS Bengawan Solo Perbaiki Tanggul Jebol di Madiun
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau tanggul jebol di Sungai Jeroan, Madiun. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)
Advertisement . Scroll to see content

MADIUN, iNews.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo segera memperbaiki tanggul jebol di Sungai Jeroan, Kecamatan Balerejo, Madiun.

Langkah cepat itu harus dilakukan agar aliran sungai anak Bengawan Solo tidak terus meluber ke permukiman. 

"Ini (Perbaikan tanggul)  harus cepat. Sementara bisa pakai karung (diisi pasir dan batu) diletakkan di sepanjang tanggul ini," kata Khofifah saat meninjau langsung tanggul jebol di Sungai Jeroan bersama perwakilan BBWS, Kamis (7/3/2019).

Khofifah juga meminta kepada pihak-pihak terkait untuk menyiapkan sistem peringatan dini secara digital. Sehingga segala potensi bencana, termasuk banjir bisa diinformasikan kepada masyarakat jauh hari.  

"Kalau ada informasi secara realtime tentu bagus. Misalnya saat debit air tinggi, bisa langsung disampaikan. Sehingga semua bisa melakukan antisipasi," katanya. 

Permintaan Khofifah langsung direspons perwakilan BBWS. Saat itu juga mereka menghubungi petugas mendatangkan ekskavator untuk memperbaiki tanggul. "Iya bu, ini sedang disiapkan. Sekarang (ekskavator) dalam perjalanan," katanya.  

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Suban Wahyudiono mengatakan, meluapnya Sungai Jeroan diakibatkan debit air di muara Sungai Bengawan Solo naik, sehingga aliran air kembali. Kondisi ini diperparah dengan hujan deras sejak sepekan terakhir.  

"Kalau aliran ke Sungai Bengawan Solo lancar, tentu tidak akan seperti ini. Lha, sekarang ini numpuk. Aliran terhenti, ketambahan lagi ada aliran dari lereng gunung Wilis. Sehingga meluber ke mana-mana," katanya.  

Seperti diketahui, banjir bandang menerjang Kabupaten Madiun sejak Rabu (6/3/2019) dinihari. Sedikitnya 39 desa di delapan kecamatan terendam air dengan ketinggian berbeda-beda. Tidak ada korban jiwa, namun banjir ini merusak permukiman dan utilitas umum di kawasan sekitar.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut