KM Entok Bawa 19 ABK Hilang Kontak di Perairan Kangean, Keluarga Datangi Posko
LAMONGAN, iNews.id – Kapal nelayan yang membawa 19 anak buah kapal (ABK) hilang kontak saat melaut di wilayah perairan Kangean, Madura, Jawa Timur. Kapal bernama lambung KM Entok tersebut diketahui telah berangkat sejak awal Juni lalu dan hingga kini belum kunjung kembali.
Ketiadaan kabar mengenai nasib belasan awak kapal tersebut membuat suasana di posko pencarian dipenuhi isak tangis histeris dari pihak keluarga korban yang terus menanti kepastian.
KM Entok yang diketahui milik seorang warga bernama Andik, bertolak melaut untuk mencari ikan sejak tanggal 3 Juni lalu dari pelabuhan setempat.
Berdasarkan keterangan Ketua Rukun Nelayan Blimbing Paciran, Nur Wahid, para ABK sempat bisa dihubungi pada lima hari pertama setelah keberangkatan.
"Kapal berangkat tanggal 3 Juni, awal melaut lima hari masih bisa dikontak. Namun setelah itu, HP maupun radio kapal sudah mati dan tidak bisa dihubungi lagi. Biasanya paling lama 18 hari sudah pulang," kata Ketua Rukun Nelayan Paciran, Nur Wahid, Kamis (9/7/2026).
Setelah momen tersebut, baik jaringan telepon seluler (handphone) maupun radio komunikasi yang ada di atas kapal motor sama sekali tidak bisa dihubungi.
Secara umum, kapal motor nelayan sejenis hanya membutuhkan waktu maksimal 18 hari untuk perjalanan pulang-pergi mencari ikan di rute perairan Kangean.
Lantaran kapal tak kunjung bersandar melebihi batas waktu normal dan seluruh akses komunikasi terputus, Nur Wahid bersama pemilik kapal akhirnya memutuskan untuk melaporkan peristiwa ini ke Satpolairud Polres setempat.
Guna mempermudah koordinasi, pihak Rukun Nelayan bersama petugas gabungan langsung mendirikan posko darurat pencarian kapal.
Hingga saat ini, upaya penyisiran dan pencarian mandiri yang dilakukan oleh petugas kepolisian bersama para nelayan lokal masih terus berjalan, namun belum membuahkan hasil signifikan.
Sembilan belas ABK yang berada di dalam kapal tersebut diketahui merupakan nelayan lintas wilayah yang terdiri atas warga Paciran, Brondong, Tuban, hingga Pekalongan.
Pihak keluarga dan pengurus rukun nelayan setempat sangat berharap Badan SAR Nasional (Basarnas) dapat segera turun tangan guna memperluas jangkauan area pencarian udara maupun laut.
Editor: Kastolani Marzuki