KNPI Anggap Desakan Reshuffle Khofifah Tendensius
SURABAYA, iNews.id – Desakan Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) agar Presiden Joko Widodo segera me-reshuffle Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, menuai kritik berbagai kalangan. Mereka menganggap langkah itu berlebihan karena ada kesan intervensi terhadap presiden.
“Menteri itu menjadi prerogatif presiden. Mengangkat, memberhentikan atau bahkan me-reshuffle, itu hak pribadi beliau. Tidak elok FK3JT bersikap seperti itu,” kata Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur, Muslih, Rabu (6/12/2017).
Muslih menyadari, bahwa masyarakat punya hak untuk menyampaikan aspirasi. Namun, hal itu juga harus dilandasi dengan alasan logis sehingga aspirasi menjadi relevan. Bukan lantas mengada-ada, yang justru mengindikasikan adanya kepentingan tertentu.
Pengurus Satkornas Banser ini menilai, forum kiai kampung telah terkooptasi kepentingan politik (mendukung calon tertentu), sehingga langkah dan sikapnya tendensius.
“Kalau memang tidak ada kepentingan, kenapa hanya Khofifah yang diserang. Sementara Gus Ipul (Saifullah Yusuf) tidak. Padahal, dia juga bakal calon gubernur dan menduduki jabatan,” ucapnya.
Dia khawatir, desakan forum kiai kampung yang tendensius justru memperkeruh suasana. Sebab, bukan tidak mungkin pendukung Khofifah marah dan balik menyerang.
“Nah, hal-hal semacam itu harus dihindari. Sebagai teladan, forum kiai kampung harus ikut menjaga suasana Jatim kondusif. Kiai harus memihak kebenaran. Bukan pada seseorang. Apalagi salah satu bacagub,” katanya.
Terkait tudingan kampanye terselubung, menurut Muslih, juga harus dibuktikan berupa apa dan dalam bentuk apa. Jangan sekadar tudingan yang justru menjurus fitnah.
“Kalau yang dikhawatirkan adalah acara HKSN (Hari Kesetiakawanan Nasional), kami kira itu berlebihan. Wong itu (HKSN) sudah dirancang lama dan disetujui kepala daerah,” kata Wakil Sekretaris IKA PMII ini.
Seperti diberitakan, FK3JT menilai puncak acara HKSN di Jatim, 20 Desember nanti akan menjadi ajang kampanye Khofifah Indar Parawansa. Ini karena acara tersebut melibatkan banyak massa. Karena itu, mereka mendesak Presiden Jokowi me-reshuffle Khofifah sebelum tanggal tersebut.
Editor: Maria Christina