Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Massa Luruk Polsek Beji Pasuruan, Tuntut Polisi Penganiaya Warga hingga Tewas Dipecat
Advertisement . Scroll to see content

Minta Maaf, Ini Tampang Oknum Polisi Aniaya Warga Pasuruan hingga Tewas

Selasa, 04 Agustus 2026 - 16:32:00 WIB
Minta Maaf, Ini Tampang Oknum Polisi Aniaya Warga Pasuruan hingga Tewas
Brigadir DD, oknum polisi yang berdinas di Polsek Beji, Pasuruan meminta maaf atas tindakannya menganiaya warga hingga tewas gegara dituduh main judi online. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

PASURUAN, iNews.idOknum polisi di Kabupaten Pasuruan yang diduga menganiaya warga hingga tewas usai ditangkap gegara dituduh bermain judi online (judol) meminta maaf.

Permintaan maaf itu diungkapkan Brigadir DD, satu dari dua oknum polisi terduga pelaku penganiayaan di hadapan massa yang mengepung Mapolsek Beji, Selasa (4/8/2026). 

Di hadapan massa yang emosi, Brigadir DD yang dikawal ketat personel Propam menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang merenggut nyawa Widi Nurcahyo. 

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas insiden ini. Tidak ada unsur kesengajaan dalam menjalankan tugas," ujar Brigadir D-D di Mapolsek Beji. 

Usai mendengar penjelasan serta permohonan maaf dari terduga pelaku di bawah pengawalan Propam, massa membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. Pihak keluarga menegaskan akan terus mengawal proses hukum dan penegakan kode etik terhadap para oknum yang terlibat.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ngluruk ke Mapolsek Beji, Selasa (4/8/2026). Kedatangan massa yang mengendarai sepeda motor ini dipicu kemarahan atas tewasnya Widi Nurcahyo yang diduga menjadi korban penganiayaan oknum polisi akibat salah tangkap usai dituduh main judi online (judol).

Massa menuntut agar dua oknum anggota Polsek Beji yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut dipecat atau Diberhentikan Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari institusi Polri. 

Aksi mendatangi markas polisi ini dilakukan warga usai proses pemakaman jenazah Widi Nurcahyo. Pihak keluarga dan warga merasa ada janggal serta tidak terima atas tindakan sewenang-wenang oknum aparat yang dinilai tidak sesuai prosedur (SOP). 

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa tragis itu bermula saat korban sedang berada di tempat kerjanya, yakni sebuah gerai jasa layanan pembayaran PLN dan PDAM tak jauh dari rumahnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut